Tiga Tahun Pemerintahan Sugianto Sabran

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pemerintahan Sugianto Sabran-Habib Said Ismail berjalan tahun ketiga, sejak memimpin Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 2016 lalu. Sejumlah program kerja dilaksanakan sesuai dengan visi misi ketika mencalon, dan kesemua pembangunan yang dilakukan semata demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mampu menopang serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng Shalahuddin menjelaskan, selama kepemimpinan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, ada banyak program pemerintah, khususnya PUPR Kalteng yang berkenaan dengan masalah infrastruktur. Selama 3 tahun menjabat, sudah dibangun 364 kilometer jalan, 1.012 meter jembatan, dan 435.600 hektare jaringan irigasi dan pengairan lainnya.

Shalahuddin melanjutkan, berbagai program pemerintah yang sudah dilaksanakan itu terus dilanjutkan, sehingga memberikan dampak yang besar bagi masyarakat Kalteng. Misalnya, penuntasan pelebaran 2-7-2 Jalan Lintas Kalimantan Poros Selatan (batas Kalbar-Pangkalan Bun-Sampit-Palangka Raya-Pulang Pisau-Kuala Kapuas-batas Kalsel), dan duplikasi jembatan.

Ada pula pelebaran Jalan Muara Teweh-Kandui-Patas-Ampah-Dayu-Tamiyang Layang-Pasar Panas (batas Kalsel). Juga, pelebaran ruas Palangka Raya-Buntok-Ampah, dan pembangunan pile slab pada segmen banjir Bukit Rawi. Pembangunan ruas jalan menuju akses outlet, seperti Pulang Pisau-Pangkoh-Bahaur atau menuju Pelabuhan Bahaur.

“Ada pula jalan dari Sampit-Samuda-Ujung Pandaran atau akses menuju Pelabuhan Bagendang. Simpang Bangkal-Bangkal-Telaga Pulang-Kuala Pembuang-Teluk Segintung atau akses menuju Pelabuhan Segintung. Termasuk akses menuju Pelabuhan Kumai,” kata Shalahuddin, saat memaparkan sejumlah program keberhasilan pembangunan yang dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng Sugianto Sabran-Habib Said Ismail, di Palangka Raya, Selasa (21/5).

Sementara itu, dari bidang perhubungan, Kepala Dinas Perhubungan Kalteng Ati Mulyati memaparkan sekarang ini yang paling terbaru adalah diresmikannya terminal baru Bandar Udara Tjilik Riwut oleh Presiden RI Joko Widodo.

“Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya memiliki panjang runway 2.500 meter, dan lebar 45 meter. Nilai permukaan landasan pacu (PCN) 60 cm, mampu didarati pesawat jenis Boeing 737-900 ER. Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya telah menyerap anggaran Rp491.058.811.000,” kata Ati.

Terminal lama, kata dia, memiliki luas 5.734 m2, dan mampu menampung 300 orang. Sementara terminal baru memiliki luas 30.821 m2 dengan daya tampung yang lebih besar, yakni 2.625 orang, dan penumpang kedatangan 710 orang. Ada pula dari sisi perairan, yakni tersedianya Pelabuhan Penyeberangan Bahaur.

Pemerintah Kalteng, terus memproses pengerjaan rel kereta api yang jadi program nasional dari Puruk Cahu-Batanjung melalui Bangkuang. Saat ini masih terus diproses dalam tahap perpanjangan perizinan.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kalteng Leonard Samuel Ampung, menyampaikan sejumlah capaian strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, yakni pembangunan perumahan. Setiap tahun pengembangan program pembangunan rumah tidak layak huni terus ditingkatkan. Ditargetkan, sekitar 1.693 rumah yang dibangun selama kepemimpinan Sugianto-Habib.

Leonard melanjutkan, Kalteng juga mendapatkan dukungan pemerintah pusat terkait dengan masalah perumahan ini. Ada program peningkatan kualitas rumah swadaya (PKRS), yang disalurkan dalam bentuk bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS). Tahun 2016 dari 2 ribu kuota yang tersedia, Kalteng mampu merealisasikan 1.997 unit. Kuota yang sama untuk tahun 2018, di 2019 kuota naik menjadi 3.500, dan sekarang masih proses. ded