Lupa Matikan Obat Nyamuk, Asrama Ponpes Jadi Arang

kebakaran Asrama Pondok Pesantren Majelis Asshalawatiyyah
Asrama Pondok Pesantren Majelis Asshalawatiyyah, Handil Linan Desa Sei Kayu Kecamatan Kapuas Barat, hangus terbakar, Jumat (27/12). TABENGAN/YULIANSYAH

KUALA KAPUAS/tabengan.com – Diduga karena lupa mematikan obat nyamuk dan ditinggalkan santri untuk salat Jumat berjemaah, bangunan asrama Pondok Pesantren (Ponpes) Majelis Asshalawatiyyah, Handil Linan Desa Sei Kayu Kecamatan Kapuas Barat, Jumat (27/12) sekitar pukul 12.15 WIB, hangus jadi arang.

Kasus ini sudah ditangani jajaran Polsek Kapuas Barat. Berdasarkan hasil olah TKP, penyebab sementara musibah kebakaran ini diduga berasal dari api obat nyamuk yang menyala dan membakar kasur, kemudian membesar dan menjalar ke seluruh bangunan hingga habis terbakar.

Sementara pada saat kejadian, bangunan asrama memang dalam keadaan kosong karena para santri seluruhnya pergi melaksanakan salat Jumat berjemaah yang lokasi masjidnya berada di luar kompleks Majelis Asshalawatiyyah. Namun demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan intensif sesuai dengan metode scientific evidence.

Kapolsek Kapuas Barat Ipda Eko Sutrisno menerangkan, bangunan yang terbakar adalah asrama untuk santri sementara dan juga digunakan sebagai penyimpanan beras santri di bagian belakang asrama. Ukuran bangunan kurang lebih panjang 4 meter dan lebar 7 meter, yang menampung santri sebanyak kurang lebih 16 orang. Bentuk bangunan bergaya rumah panggung khas Banjar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tapi kerugian material diperkirakan sekitar Rp20.000.000.

“Guna penyelidikan lebih lanjut kita sudah menutup TKP dan memasang garis polisi untuk menjaga status quo, serta mendengar keterangan beberapa saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Eko Sutrisno. c-yul