PALANGKA RAYA/tabengan.co.id- Komunitas biasanya terbentuk dari orang-orang yang memiliki hobi atau minat yang sama. Baik itu dalam perihal hewan peliharaan, makanan, fotografi sampai olahraga. Menariknya, terdapat satu komunitas di Kota Palangka Raya yang mengombinasikan menari sekaligus olahraga untuk berkumpul dan saling bersosialisasi, yakni Borneo Lovely Line Dance (BLLD).

Salah satu inisiator atau pendiri komunitas BLLD, Shopie Ariany mengatakan, 2022 adalah tahun ke-5 sejak berdirinya BLLD pada 2017 silam. Perayaan anniversary yang ke-5 kali ini, dirayakan para anggota komunitas dengan menggelar Workshop dan Gathering se-Kalimantan Tengah pada Sabtu (5/3/2022).
“Workshop kemarin kami mendatangkan 2 orang coach berlevel internasional dari Jakarta, Bambang Satiyawan dan Arefen Ben Djunaed. Juga ada gathering yang dihadiri 70 orang anggota kami yang berasal dari Palangka Raya, Katingan dan Gunung Mas. Kami saling berbagi ilmu dan pengetahuan lebih luas tentang Line Dance ini,” kata Shopie, Minggu (6/3).
Diakuinya, olahraga Line Dance masih terdengar cukup asing bagi telinga masyarakat Kota Cantik. Namun, tak tak bisa dipungkiri jika Line Dance dewasa ini sudah menjadi tren olahraga pilihan, terutama bagi yang berusia 40 tahun ke atas dan bahkan yang di bawahnya.
“Besar harapan kami di usia yang ke-5 ini bisa menjadi komunitas yang mampu mewadahi orang-orang yang ingin mendalami tentang Line Dance. Selain meningkatkan kebugaran tubuh, Line Dance juga mampu meningkatkan rasa kebahagiaan kita lewat menari. Ke depannya kami berharap Line Dance semakin diminati. Tak hanya terbatas bagi wanita, anak-anak muda dan pria juga bisa bergabung,” jelasnya.
Acara Anniversary BLLD yang ke-5 tersebut, turut dihadiri Ketua IODI yang diwakili Sekretaris Umum Koveno dan Iwang Galih, Ketua Harian KONI Kalteng Christian Sanco, Ketua KORMI Katingan dan Penasihat BLLD Katingan Endang Sulistiowati serta Wakil Wali Kota Palangka Raya sekaligus anggota BLLD Hj Umi Mastikah.
BLLD pada awalnya didirikan oleh Shopie Ariany, Elyn, Titin dan Reny bersama dengan 2 instruktur, Yayank dan Anindtya. Mereka ingin memperkenalkan Line Dance sebagai olahraga tarian yang terkoreografi dengan gerakan yang sama sesuai dengan irama lagu, sebagai olahraga alternatif yang selain menambah kesehatan juga membawa rasa happy saat menari bersama. rgb











