Spirit Kalteng

H Agustiar Ajak Mahasiswa Kedepankan Musyawarah dengan Filosofi Huma Betang

28
×

H Agustiar Ajak Mahasiswa Kedepankan Musyawarah dengan Filosofi Huma Betang

Sebarkan artikel ini
H Agustiar Sabran

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Adanya rencana Demonstrasi mahasiswa 11 April di seluruh Indonesia, terkait sejumlah tuntutan terhadap pemerintah, tampaknya juga bakal terjadi di Kalteng. Respon dengan rencana kegiatan tersebut, Anggota DPR RI Dapil Kalteng H Agustiar Sabran mengajak mahasiswa di Kalteng untuk mengedepankan musyawarah bersama sejalan dengan filosofi Kalteng sendiri, yaitu Huma Betang.
“Menyampaikan aspirasi dan pendapat merupakan hal yang positif, namun alangkah baiknya kedepankan bermusyawarah atau beraudiensi secara sehat bersama-sama, tentunya seperti filosofi daerah kita yaitu Huma Betang,” ajak Agustiar ketika dikonfirmasi Tabengan via telepon seluler, Minggu (10/4) sore.
Dirinya juga mengajak mahasiswa untuk bersama-sama berpikiran positif, tanpa harus melakukan sesuatu yang besar-besaran. Apalagi demonstrasi dilakukan dimasa pandemi Covid-19 ini, yang notabene akan ada kerumunan banyak orang. Kondisi semacam ini jangan sampai terjadi, karena juga berdampak bagi paparan kasus positif serta persoalan kesehatan di lapangan.
Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng terpilih itu juga berharap, agar mahasiswa di Kalteng tidak terprovokasi dengan isu-isu yang sesat bahkan bersifat tidak akurat (hoaks). Intinya jangan terpengaruh dengan kondisi di Jakarta atau lainnya di luar Kalteng, karena di wilayah sendiri saat ini sangat kondusif serta masih terbilang aman.
“Kita juga berharap jangan ada anarkhisme atau dalam menyampaikan pendapat, karena kita sebagai orang Kalteng selalu mengutamakan musyawarah mufakat secara dingin. Prioritaskan sikap santun terhadap sesama,” jelas pria murah senyum tersebut.
Apalagi, ucapnya, dari Huma Betang di Kalteng merupakan gambaran yang merefleksikan kehidupan damai dari ragam suku, agama, ras dan lainnya. Hal semacam inilah yang harus dijaga serta dipertahankan bahkan diaplikasikan para pemuda khususnya mahasiswa, dalam menyampaikan pendapat secara luas.
Agustiar juga mengharapkan agar memberikan kesempatan, bagi pemerintah untuk bekerja.
“Kami sepakat dengan keinginan ataupun kebebasan menyampaikan pendapat secara publik, namun tentunya diharapkan yang santun, tanpa ada aksi anarkhis serta kalau bisa utamakan musyawarah. Yang perlu kita ingat, sebagai masyarakat Kalteng tentunya berlandaskan filosofi Huma Betang dalam menyelesaikan berbagai persoalan maupun masalah di lapangan,” ujarnya mengakhiri.
H Agustiar juga mengimbau kepada mahasiswa agar dalam menyampaikan aksinya tidak berlebihan dan toleran, mengingat saat ini umat Islam sedang menjalan ibadah puasa di bulan Ramadan.drn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *