-
Spirit Kalteng

Panitia Penjaringan dan Pemilihan Rektor di Pastikan Independen

50
×

Panitia Penjaringan dan Pemilihan Rektor di Pastikan Independen

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/NOVAN PASTIKAN – Jajaran Panitia penjaringan dan pemilihan Rektor saat menggelar Konferensi Pers di Gedung PPIIG UPR, jalan Hendrik Timang, Selasa (26/4/2022).
-

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Ketua Panitia Pelaksana Penjaringan dan pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Tahun 2022-2026, Prof. Dr. Joni Bungai, M.Pd, menegaskan bahwa saat ini tahapan dan proses penjaringan dan pemilihan Rektor masih menunggu pembahasan dalam rapat senat.
Pasalnya, saat pelaksanaan rapat senat nanti, barulah akan dibahas dan pengesahan terkait tahapan-tahapan, mulai dari jadwal pelaksana hingga pembahasan tata tertib yang di dalamnya, termasuk pembahasan kriteria calon, terlebih, ia ingin meluruskan terkait adanya informasi yang menduga pihaknya (Panitia) disebut masuk angin.
“Informasi itu tidak benar dan terkesan menjelekkan panitia yang ditetapkan dalam rapat senat UPR, kemudian menyerang secara personal dan pak Rektor. Kami tegaskan, bahwa panitia menjalankan kegiatan ini secara independen. Pak rektor tidak ada mengintervensi bahkan tidak ada sana sekali menekan,” ucap Joni Bungai, disela berlangsungnya kegiatan Konferensi Pers, di gedung Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut (PPIIG) UPR. Jalan Hendrik Timang, Selasa (26/4/2022).
Dijelaskan, agenda kerja panitia saat ini adalah agenda sidang senat UPR untuk pembahasan tatib dan draf lainnya yang telah disiapkan Panitia. “Yang harus dipahami, Panitia menyiapkan semua draf yang diperlukan dalam pelaksanaan penjaringan. Draf kemudian di bahas dalam rapat senar. Bahkan akan melibatkan dari inspektorat jendral. Setelah disahkan maka tahapan selanjutnya dijalankan berdasarkan agenda itu,” ujarnya.
Kendati demikian, ia berharap agar pihak-pihak yang ingin tahu informasi terkait tahapan penjaringan dan pemilihan Rektor, bisa langsung bertanya dan tidak menyebar asumsi tidak benar dan tidak bertanggung jawab. Selain itu, sebagai Panitia yang terbentuk atas kesepakatan rapat senat, meminta adanya klarifikasi oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk membuktikan tudingan Panitia masuk angin.
“Tahapan ini tidak main-main. UPR ingin mencari calon Rektor yang memang profesional. Saya pastikan tidak ada setingan. Bila ada yang merasa mampu, silahkan daftar. Semua tahapan dilakukan sesuai prosedur. Civitas UPR tidak menginginkan tahapan ini dilakukan dengan paksaan yang akan berdampak pada pembangunan UPR,” pungkasnya. nvd

-
-
-