Spirit Kalteng

Terus Dicari, Tim Gabungan Lanjutkan Penyisiran

22
×

Terus Dicari, Tim Gabungan Lanjutkan Penyisiran

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/FERY WAHYUDI PENCARIAN- Personel gabungan ketika usai melakukan penyisiran di DAS Kahayan. Tampak Ketua Umum LSR LPMT Kalteng Gatis dan jemaat dari Gereja Bethany Indonesia (Succesfull Bethany Famillys) Palangka Raya

*Gereja Mendoakan Keselamatan Yunita Sandy
PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Memasuki hari ke-8 usai diduga tenggelam di DAS Kahayan, pencarian terhadap purnawirawan Polri, Yunita Sandy (59), terus dilakukan tim gabungan. Pencarian dilakukan dengan penyisiran ke sejumlah titik di DAS Kahayan menggunakan speedboat hingga perahu karet.
Proses pencarian yang melibatkan Basarnas, Polsek Pahandut, Polda Kalteng dan relawan ini juga turut mengundang perhatian Wali kota Palangka Raya Farid Naparin yang ikut memantau proses pencarian pada Jumat (6/5) lalu.
Yunita Sandy, wanita yang sempat berkarir politik, diduga tenggelam setelah sepeda motornya ditemukan di atas jembatan Kahayan pada Minggu (1/5) lalu.
Kapolsek Pahandut Kompol Susilowati mengatakan, memasuki hari ke-8 penghentian pencarian tidak dilakukan. Pencarian tetap dilakukan dengan berbagai upaya, dengan proses penyelidikan dan melibatkan instansi lainnya.
“Terkait dugaan tenggelam memang ada CCTV di Jembatan Kahayan, sekitar pukul 03.00 WIB sampai 05.00 WIB, banyak sekali arus lalu lintas, baik masyarakat hingga pedagang sayur yang melintas di jembatan,” katanya.
Meski demikian pihaknya belum menemukan titik terang, apakah korban terjun ke sungai atau ada kemungkinan lainnya.
“Hari ini kita lakukan pencarian secara besar-besaran, karena prediksi hitungan. Kalau memang korban terjun ke sungai, Insya Allah korban akan muncul,” jelasnya.
Susilowati menambahkan, sementara ini pencarian difokuskan ke air. Tapi pihaknya juga tetap melakukan pencarian di darat dengan mencari saksi-saksi yang sempat berkomunikasi dengan korban.

Doa Jemaat Gereja
Segala cara dilakukan untuk bisa menemukan Yunita Sandy (59) yang diduga tenggelam di DAS Kahayan pada Minggu (1/5) lalu.
Memasuki hari ke-9 pencarian, kali ini puluhan jemaat gereja dan pendeta di Kota Palangka Raya turut membantu pencarian.
Difasilitasi oleh LSR LPMT Kalteng, puluhan jemaat dan gereja Bethany Indonesia (Succesfull Bethany Famillys) Palangka Raya melakukan doa bersama di kapal wisata milik LSR LPMT. Selain berdoa, selama tiga jam perjalanan jemaat turut menyisir untuk ikut mencari Yunita Sandy.
Ketua Umum LSR LPMT Kalteng Gatis mengatakan, setidaknya ada sekitar 30-an jemaat dan sejumlah pendeta yang ikut dalam kapal tersebut. Termasuk pihak keluarga dari Ibu Yunita Sandy.
Ia pun menerangkan, jika Yunita Sandy adalah tokoh wanita Dayak Kalteng, sehingga sudah seharusnya masyarakat ikut andil dan berupaya mencari keberadaan beliau.
“Kita sengaja mengundang pihak gereja untuk bersama-sama melakukan doa bersama. Kita juga mengenal Yunita Sandy sebagai anak Wali Kota pertama Palangka Raya,” ujarnya.
Gatis mengungkapkan, doa bersama dilakukan di bawah Jembatan Kahayan dari atas kapal wisata, kemudian bergerak menyisir hingga ke Pelabuhan Beringin.
“Anggota LSR juga ikut melakukan pencarian bergabung dengan tim relawan lainnya,” ungkapnya.

Kepala Mengampung
Sementara itu seorang warga Pandudut seberang bernama Aziz mengaku dirinya pada hari Jumat (6/5) sekitar pukul 09.00 WIB, saat mengecek karamba dia sempat melihat ada kepala dengan rambut terurai mengambang di sungai.
“Saat itu saya bergegas untuk menangkap rambut itu, namun saya terlambat karena keburu tenggelam kepala tersebut. Sebenarnya andai kata saya bisa berenang, pasti saya ceburi,” kata Aziz.
Aziz juga memastikan bahwa itu memang kepala manusia berambut panjang.fwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *