PALANGKA RAYA/tabengan.co.id-Hari Jadi Kalimantan Tengah ke-65 tahun menjadi sebuah momen meriah yang diperingati secara langsung, baik oleh masyarakat maupun pemerintah setempat. Salah satu hal yang tidak bisa lepas dari peringatan tersebut di setiap tahunnya adalah Festival Budaya Isen Mulang (FBIM). FBIM tahun 2022 adalah yang ke-27 kali dilaksanakan.
Berbagai lomba maupun agenda digelar secara meriah dan diikuti kabupaten/kota se-Kalteng. Salah satu yang jadi perhatian masyarakat Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya, adalah pawai karnaval yang diikuti berbagai ormas, dinas/badan/kantor, pemkab dan pemko hingga pemprov serta berbagai organisasi penting yang ada di provinsi tersebut.
Kegiatan itu juga dibuka secara langsung oleh Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan jajaran lainnya. Kepala daerah dari masing-masing daerah hadir langsung menyaksikan pembukaan FBIM, yang dilaksanakan di Komplek Bundaran Besar Palangka Raya, Selasa (17/5/2022). Tidak hanya kepala daerah, tampak warga negara asing hadir menyaksikan pembukaan FBIM kali ini.
Pantauan di lapangan, Selasa sore, pawai karnaval FBIM dibuka tepat pukul 14.00 WIB dengan berbagai atraksi dan penampilan yang cukup memukau. Dimulai dengan tari-tarian daerah yang dimodernisasi, dibawakan apik oleh para penari secara langsung di depan Istana Isen Mulang Bundaran Besar Kota Palangka Raya.
Tampak masyarakat dari seluruh penjuru kota berkumpul di kawasan tersebut, mulai dari wilayah Yos Sudarso, hingga jalur MH Thamrin menuju Bundaran Kecil Kota Palangka Raya. Beberapa di antaranya duduk dan bersantai di pinggiran jalan, menanti iring-iringan pawai karnaval. Bahkan jalanan di seputaran wilayah itu juga tampak penuh dengan masyarakat yang benar-benar menanti penampilan dari pawai karnaval terkait.
Sementara pawai karnaval yang ditampilkan sendiri cukup menarik, megah dan memukau masyarakat yang hadir. Seperti dari Kabupaten Murung Raya yang menampilkan iring-iringan mobil hias bermotifkan burung tingang. Beberapa penari dengan hiasan serupa tampak menyuguhkan tari-tariannya dengan baik. Dominasi warna merah menjadi salah satu daya tarik bagi kabupaten dengan ciri khas suku Dayak Siang-nya tersebut.
Dari Gunung Mas tampak mobil hias dengan ornamen Rumah Betang berwarna cokelat dan diriingi sejumlah tari-tarian khas Dayak Kalteng, utamanya berbaju dan berikat kepala burung haruei.
Ada juga Kabupaten Pulang Pisau yang menampilkan mobil hias bermotifkan naga raksasa, didampingi dua burung tingang cantik di kedua belah sisi kiri dan kanannya. Tidak ketinggalan foto Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang, terpampang megah di sisi kanan mobil hias tersebut. Handep hapakat menjadi semboyan yang terhias di sisi kendaraan tersebut.
Tidak ketinggalan peserta dari Kabupaten Kapuas yang didominasi warna kuning. Iring-iringan tabuhan gong dan kangkanong, diselingi melahap (teriakan semangat Dayak Kalteng), tampak menarik dan menjadi momen yang didokumentasikan warga setempat.
Selain itu, sejumlah dinas, badan maupun ormas juga tampak ikut serta dengan ornamen dan kendaraan hiasnya masing-masing. Ada yang menampilkan produk-produk lokal dengan jargon “Bangga Produk Dalam Negeri”, ada juga yang memunculkan kebudayaan, seperti tari-tarian manari manasai.
FBIM Berdampak Baik
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng Adiah Chandra Sari dalam laporannya menyampaikan, ada sejumlah lomba yang akan dilaksanakan pada FBIM 2022 ini. Di antaranya karungut, habayang, sepak sawut dan berbagai lomba daerah lainnya.
Penutupan FBIM dilakukan dengan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), yakni peserta Mangenta terbanyak tahun 2022, sekaligus penutupan FBIM. Berbagai lomba daerah dipusatkan di UPT Taman Budaya Kalteng, Komplek Pameran Temanggung Tilung Palangka Raya. drn/ded











