Spirit Kalteng

Hari Pertama PTM 100 Persen, Siswa Antusias Belajar di Sekolah

15
×

Hari Pertama PTM 100 Persen, Siswa Antusias Belajar di Sekolah

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/RONNY BELAJAR- Siswa SDN 6 Palangka dan SMPN 1 Palangka Raya saat mengikuti PTM 100 persen, Senin (23/5/2022).

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id- Raut bahagia, tampak menghiasi wajah-wajah anak sekolah di SDN 6 Palangka. Mulai Senin (23/5/2022), sekolah mereka bisa kembali melaksanakan sistem pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, mereka tampak sangat antusias mendengarkan penjelasan dari guru.
Setidaknya 2 tahun terakhir, sejak pandemi Covid-19 pada 2020 silam, mereka harus belajar secara daring dan tak bisa berinteraksi bersama teman-teman di sekolah.
Kepala Sekolah SDN 6 Palangka Primawatie SPd MM kepada Tabengan mengatakan, hari pertama pelaksanaan PTM 100 persen di sekolahnya berjalan lancar. Dari kurang lebih 350 orang siswa kelas I sampai VI, sekitar 80 persen di antaranya hadir untuk belajar di kelas.
“Mereka sangat antusias bisa kembali sekolah. Bahkan orang tua siswa juga seperti itu. Tepat pukul 06.30 pagi, mereka sudah mengantarkan anak-anaknya untuk sekolah dan mengikuti upacara bendera. Hari pertama ini, tidak ada kendala. Siswa bisa belajar seperti sedia kala, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Primawatie.
Pelaksanaan PTM 100 persen ini diakuinya tidak ada masalah yang berarti ditemukan. Sejak pekan lalu, guru-guru di sekolah telah merapatkannya untuk mempersiapkan PTM. Pembatasan seperti sebelumnya, lanjut Primawatie, sudah tidak ada lagi namun kegiatan ekstrakurikuler masih ditiadakan. Jam masuk, istirahat dan pulang sekolah kembali seperti saat sebelum pandemi melanda. Jumlah jam belajar per mata pelajaran pun sudah kembali seperti biasa.
“Kita bersyukur anak-anak sudah bisa kembali bersekolah seperti biasa. Namun kami akan memerhatikan dengan ketat, penerapan disiplin prokes di sekolah guna menghindari adanya potensi sebaran Covid-19. Anak yang sakit juga kami sarankan untuk beristirahat dirumah. Untuk yang belum bisa turun sekolah, kami tetap berikan pengertian dan pendampingan agar mereka tak ketinggalan materi belajar,” jelasnya.
Hal serupa juga tampak di SMPN 1 Palangka Raya. Erdiningsih MPd, Kepala Sekolah SMP 1 menyebutkan di hari pertama PTM 100 persen sudah dihadiri 100 persen siswa kelas VII dan VIII.
“Hari pertama ini berjalan lancar dan semua siswa bisa hadir. Sekolah juga telah mempersiapkan UKS dan bekerja sama dengan pihak rumah sakit terdekat sesuai arahan dinas terkait, kalau-kalau ada siswa yang sakit dan terpapar Covid-19. Kami optimis kegiatan PTM 100 persen ini bisa berlangsung hingga seterusnya,” ujar Erdiningsih.
Untuk jam dan sistem pembelajaran juga diakuinya sudah tidak lagi dibatasi, sebagaimana yang ada dalam SKB 4 Menteri tentang sistem pembelajaran selama pandemi Covid-19. Kota Palangka Raya yang saat ini telah berada di level 2 penerapan PPKM, sehingga dikatakan Erdiningsih lagi, sekolahnya sudah bisa belajar dengan normal dan bisa menyelenggarakan pembelajaran setiap hari dengan minimal 6 jam pembelajaran.
“Meski siswa kita sebelumnya sudah sangat lama tidak belajar tatap muka dan berinteraksi di sekolah, tapi hari ini alhamdulillah bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. Tidak ada kendala, baik dari siswa maupun tenaga pengajar,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya telah mengizinkan diterapkannya PTM 100 persen, sebagaimana yang tertuang dalam SE Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya nomor 420/597/870/Um-Peg/V/2022.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota, Jayani saat dibincangi Tabengan pada Senin (23/5), mengatakan, dengan berlakunya PPKM level 2 di kota setempat dan capaian vaksinasi sudah di atas 80 persen maka sistem pembelajaran di sekolah khususnya SD dan SMP yang ada di bawah kewenangan Disdik Kota, bisa dilaksanakan dengan kapasitas 100 persen dari ruang kelas.
“Pembelajaran tatap muka dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, di mana Tim Satgas Covid-19 sekolah bertugas untuk tetap mengawasi penerapan prokes selama proses pembelajaran. Sekolah diarahkan untuk mengatur jumlah jam pelajaran disesuaikan dengan kurikulum yang digunakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Selain itu, panduan pelaksanaan PTM agar tetap mengikuti Surat Keputusan Bersama 4 Menteri,” ujar Jayani.
Pantauan pihak Disdik di lapangan, diakuinya pada hari pertama PTM 100 persen pada sekolah-sekolah di Kota Cantik disambut antusias oleh para siswa. Hal tersebut terlihat dari tingkat kehadiran rata-rata 98 persen, baik itu ditingkatan TK, SD, dan SMP.
“Menurut kami sangat lancar siswa-siswa masuk sekolah. Dan sekolah-sekolah sudah tertib menyelenggarakan prokes di sekolah masing-masing. Siswa dan guru sangat senang bisa kembali normal masuk sekolah,” bebernya.
“Dan kami juga meminta laporan secara berjenjang lewat pengawas pembina sekolah masing-masing yang didapat dari kepala sekolah, sebagai bahan evaluasi,” tambah Jayani.
Sementara itu, Eko, salah satu orang tua siswa merasa senang karena pada akhirnya anak tertuanya yang duduk di kelas V SD sudah bisa belajar di sekolah sebagaimana mestinya. Diakui Eko, selama 2 tahun penerapan pembalajaran daring, ia merasa kesulitan untuk dapat mendampingi anaknya belajar di tengah kesibukan bekerja.
“Saya sangat mendukung apabila PTM 100 persen bisa dilaksanakan seperti ini. Kasus pandemi Covid-19 juga sepertinya jauh melandai dan anak-anak sekolah, orang tua dan guru sudah divaksin semua. Jadi tak ada alasan lagi tidak dilaksanakan PTM 100 persen,” pungkasnya. rgb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *