Ikatan Alumni UPR Dukung Pilrek 2022-2026

TABENGAN/NOVAN DUKUNG PILREK- Ketua ILUNI UPR Yansen Binti didampingi Sekretaris Umum ILUNI UPR Frides Mahaga saat menyampaikan dukungan terkait pelaksanaan Pilrek UPR periode 2022-2026, di Sekretariat Perusda BTM, Rabu (22/6/2022).

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.IDPenundaan Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (Pilrek UPR) periode 2022-2026 karena terbitnya surat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Nomor: 0460/E.E1/TP.01.03/2022, mendapat perhatian dari Ikatan Alumni (ILUNI) UPR.

Ketua ILUNI UPR Yansen Binti saat dikonfirmasi Tabengan, Rabu (22/6/2022), mengatakan, sebagai alumni pihaknya sangat mendukung pelaksanaan Pilrek UPR periode 2022-2026. Menyikapi perihal penundaan proses pelaksanaan Pilrek tersebut, ia berharap agar Rektor UPR Dr Andrie Elia SE MSi bisa secepatnya menyelesaikan masalah ini ke Kemendikbudristek RI. Sehingga proses Pilrek UPR bisa kembali dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Senat.

“Tentunya kita sebagai alumni UPR berkewajiban untuk memberikan perhatian. Apalagi saat ini UPR sedang dalam masa Pilrek periode 2022-2026, sehingga untuk mendukung kelancaran dari pelaksanaannya, kita berharap agar Rektor UPR bisa secepatnya menyelesaikan permasalahan terkait terbitnya surat dari Kemendikbudristek terkait penundaan Pilrek UPR,” ucapnya.

Direktur Umum (Dirut) Perusahaan Daerah (Perusda) Banama Tingang Makmur ini juga mengapresiasi kepemimpinan Andrie Elia dalam memajukan  UPR, kampus tertua di Kalteng. Dia yakin masalah penundaan Pilrek UPR periode 2022-2026 bisa teratasi dengan baik.

“ILUNI UPR tentunya sangat meyakini bahwa Rektor UPR bisa menyelesaikan permasalahan penundaan Pilrek UPR, khususnya terkait diterbitkannya surat dari Kemendikbudristek RI dengan baik, sehingga agenda pemilihan Rektor UPR periode 2022-2026 bisa kembali dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan. Selambat-lambatnya hingga akhir tahun 2022,” ujarnya.

Dijelaskan, apabila Pilrek UPR mengalami deadlock hingga batas masa jabatan Rektor berakhir, secara otomatis Kemendikbudristek akan menunjuk Plt sampai diadakannya pemilihan ulang. Yang menduduki status Plt tersebut bukan berasal dari lingkungan UPR, melainkan dari pusat.

“Di UPR kita tidak kekurangan orang-orang cerdas yang menyandang gelar doktor, akan sangat disayangkan apabila pelaksanaan Pilrek UPR tertunda hingga masa jabatan Rektor berakhir dan jabatan Plt Rektor justru ditunjuk oleh pihak Kementerian RI hingga diadakannya pemilihan ulang,” tandasnya.

Selain itu, Ketua Gerdayak Kalteng ini juga mengharapkan agar proses pelaksanaan Pilrek UPR bisa berjalan sesuai aturan yang diterbitkan melalui statuta.

“Intinya, kita ingin semuanya berjalan dengan baik, lancar dan kondusif. Hal itu sudah tertera melalui aturan yang diterbitkan Kementerian Pendidikan maupun statuta,” pungkasnya. nvd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.