PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pengurus Pusat Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) untuk pertama kalinya pada pada 25 Agustus kemarin. Munas itu turut menghadirikan pembicara dari unsur pemerintah dan akademisi.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Japnas Bayu Djokosoetono menjelaskan Japnas sebagai organisasi pengusaha di Indonesia fokus dalam business matching di seluruh daerah dan pusat. Pada 2019, melalui fokus itu kata dia sudah tercipta penandatanganan nota kesepahaman sebesar Rp3,2 trillun.
Dalam business matching ini, Bayu mengatakan Japnas menggunanan sistem uji kelayakan dan kepatutan atau fit and propert test yang dinilai oleh 4 unsur panelis, yaitu pengurus pusat, pengurus wilayah, akademisi dan kalangan profesional.
“Positioning Japnas adalah organisasi alternatif transisi di Indonesia, dan fokus dari kami adalah sinergi untuk berkontribusi kepada bangsa ini,” ujar Bayu.
Dirinya memastikan, keberadaan Japnas di tengah organisasi para pengusaha lainnya yang ada di Indonesia bukan untuk menciptakan kompetisi atau persaingan. Menurutnya, Japnas hanya akan menjadi wadah untuk saling bersinergi di antara organisasi pengusaha lainnya. “Japnas hanya fokus sinergi sehingga berkontribusi untuk perekonomian Indonesia,” ucap dia.
Sementara itu Ketua Umum Japnas Kalimantan Tengah (Kalteng), Henny Fauziyah Salman mengatakan bahwa Japnas Kalteng memberikan apresiasi dan dukungan untuk Munas I Japnas ini dan juga dukungan buat Ketua Umum Japnas Pusat saat ini.
“Kami Japnas Provinsi Kalteng mendukung dan menyukseskan kegiatan Munas Japnas yang pertama ini. Kita bangga menjadi bagian dari sejarah, kita juga bangga menjadi pendiri chapter di Kalteng. Selain itu kita tentunya ingin berkontribusi secara nyata di berbagai bidang terutama di bidang perekonomian, ” tutur Henny.
Diakui Henny, saat ini anggota pengurus Japnas Kalteng berjumlah sekitar 88 orang, dan semakin hari semakin meningkat. Sehingga dalam waktu dekat juga akan ada pembentukan pengurus cabang.
Lebih lanjut, sambungnya, Japnas Kalteng sangat antusias sekali dimana Kalteng memiliki potensi yang sangat luar biasa terutama dalam ekonomi hijau.
“Jadi kami menawarkan alternatif wirausaha ekonomi hijau, kita juga mendukung teman-teman pengusaha yang bergerak di bidang ekonomi hijau, agar dapat tumbuh dan dapat dukungan baik dari Japnas di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Disamping itu Henny menuturkan bahwa isu penting yang disampaikan yaitu juga tentang keterlibatan perempuan di Japnas ini. Ia sebagai salah satu perempuan yang menjadi Ketua Umum Japnas Wilayah berharap agar Japnas juga lebih banyak melibatkan kaum perempuan.
“Dalam hal ini pengusaha-pengusaha perempuan karena kekuatan ekonomi saat ini ada di UMKM dan pelaku UMKM terbanyak adalah kaum perempuan. Selain itu juga dengan hal ini kita bisa scale up bisnis dari mikro kecil, kecil menjadi menengah dan dari menengah menjadi besar sehingga teman-teman yang ada di UMKM level mikro kecil terutama para perempuan itu bisa didorong dan bisa ditingkatkan sehingga usahanya bisa berkembang,” sebutnya.
Bahkan menurutnya saat ini bersama Ketua Umum dan yang lainnya Japnas saat ini sudah membentuk sebuah wadah holding company. Dan bulan depan akan membuka salah satu cabang di Jepang dengan nama Japnas Sy ergy Co.Ltd hasil kerja sama dengan KBRI dan UMKM center yang ada di Tokyo.
“Sehingga sebagai agregator dan trading agency yang nanti akan membawa produk-produk Indonesia untuk dipasarkan di Jepang dan negara-negara lainnya,” pungkasnya. rgb











