SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Tak semua para pelajar terutama yang berada di wilayah pedalaman Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bisa merasakan pendidikan yang layak seperti yang dirasakan oleh kebanyakan pelajar di wilayah perkotaan. Di beberapa wilayah pedalaman para pelajar harus berjuang keras untuk dapat bersekolah. Belum lagi ketersediaan tenaga pengajar yang minim juga tak maksimalnya infrastruktur sekolah menambah kendala pelajar di wilayah-wilayah kecamatan untuk menimba ilmu.
Kondisi yang demikian itu pun tak di tampik oleh Pemerintah setempat. Bupati Kotim Halikinnor mengakui, pendidikan yang ada di Kotim belum tersebar secara merata. Kondisi Kotim yang sangat luas dengan porsi anggaran untuk pendidikan yang belum besar, dirasakan menjadi beberapa faktor pemicu belum meratanya pendidikan secara keseluruhan di Kotim.Hal itu pun menurutnya, mendapat perhatian serius oleh pihaknya.
“Oleh karena, itu kami fokus melakukan pembenahan secara serius agar terjadi pemerataan pendidikan di Kotim, kami saat ini sedang berupaya mengkaji ulang,” ungkapnya, Minggu (18/9/2022).
Menurut Halikinnor, pemerataan pendidikan yang saat ini belum maksimal dilakukan, di antaranya ketersediaan atau penyebaran guru di sekolah-sekolah yang minim. Hal itu terjadi tak hanya di wilayah pedalaman saja namun juga terjadi di wilayah perkotaan. Selain itu infrastruktur sekolah pun diakuinya masih ada yang belum terbenahi dengan baik. Namun dengan upaya yang maksimal juga dibantu sokongan dari pemerintah Provinsi dan Pusat serta pihak swasta dirinya meyakini di tahun 2023 mendatang segala persoalan tentang pendidikan bisa tuntas terselesaikan.
“Disamping itu Disdik pun diminta untuk meningkatkan mutu guru karena sangat mustahil kita bisa meningkatkan kualitas pendidikan apabila mutu guru yang kita miliki masih rendah,” tegasnya.(C-May)











