PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Kegagalan Food Estate singkong di Desa Tewai Baru, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), menjadi sorotan berbagai pihak. Setelah sebelumnya Anggota DPRD Gumas Untung J Bangas menyesalkan kegagalan itu, kini tokoh masyarakat Gumas Anthony L Djaga mengaku prihatin atas persoalan tersebut.
Keprihatinan itu muncul di saat tidak adanya keterlibatan orang-orang asli daerah seperti DPRD Gumas, dalam perencanaan kegiatan Food Estate singkong tersebut.
“Saya sangat prihatin sebab tidak melibatkan lembaga DPRD Gumas pada awal pembukaan. Apalagi kami masyarakat, yang mana perwakilan kami saja tidak dilibatkan,” ujarnya kepada Tabengan, Selasa (1/11). Ditambahkannya, program Food Estate ini walaupun merupakan project pemerintah pusat tapi menjadi pembelajaran bagi leading sector yang lain. Intinya masalah ini jangan sampai terulang, mengingat tidak memosisikan pemerintah daerah dan DPRD sebagaimana mestinya.
Hal ini wajar saja dilakukan, mengingat yang lebih memahami dan mengetahui persoalan serta hal-hal detail di lapangan, tentunya adalah Pemda setempat.
“Untuk itu kalau memang Food Estate itu dinyatakan gagal, maka lokasi atau lahan pengelolaannya dilimpahkan saja kepada masyarakat Gumas, khususnya di Kecamatan Sepang. Pasalnya apabila tidak diurus, maka berpotensi menjadi lahan tidur dan tidak produktif,” katanya.
Kondisi inilah yang mengakibatkan resapan air berkurang, bumi juga dinilai akan bertambah panas akibat pepohonan/kayu-kayu besar yang sudah tidak ada lagi akibat dibabat.
“Ini yang disesalkan, malah berakibat negatif yang mana programnya juga gagal. Memang untuk penyebab kegagalan ini kami belum mengetahui secara persis,” ucap Anthony.
Sementara itu perlu diketahui tokoh masyarakat yang juga Anggota DPRD Gumas Untung J Bangas mengkritik serta menyesalkan kegagalan Food Estate singkong di Tewai Baru, Kecamatan Sepang.
Dia menuturkan, pemerintah pusat seharusnya di awal pelaksanaan melibatkan dan membawa orang-orang di daerah setempat seperti bupati, DPRD atau pihak lainnya.
“Kami tidak dilibatkan, itu permasalahannya. Kami hanya melihat atau mendengar di media massa saja. Harusnya ke depan ada sinergi dan melibatkan orang-orang daerah setempat. Makanya sejak awal mestinya dilibatkan sejak perencanaan atau penetapan ,” ucapnya.
Legislator dari Partai Demokrat itu juga menilai akibat kegagalan ini, jelas menimbulkan kerugian yang besar bagi negara. Jumlah anggaran yang tentunya bisa mencapai ratusan miliar itu, sangat disayangkan hilang begitu saja dan akan lebih berguna apabila dimanfaatkan bagi pembangunan daerah serta masyarakat yang membutuhkan.
Untung menyebut hal semacam ini merupakan bentuk ketidakprofesionalan pihak terkait, yang malah berujung kegagalan. Dia juga tidak mengetahui saat ini anggaran itu tersangkut di mana, namun tetap saja namanya merugikan negara. drn











