PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Anak muda Kalimantan Tengah (Kalteng) boleh berbangga dan bersyukur dengan hadirnya sosok Agustin Teras Narang. Gubernur Kalteng Periode 2005-2015 ini selalu rutin memberikan semangat dan mengingatkan kepada generasi muda Kalteng akan tantangan besar yang dihadapi ke depan.
Senator Kalteng, Agustin Teras Narang, menyampaikan, di depan mata kita akan hadir tantangan yang dulu disebut Volatility, Uncertainty dan Ambiguity (VUCA). Volatility atau volatilitas adalah perubahan cepat yang sulit diprediksi, disrupsi. Uncertainty adalah ketidakpastian yang menyulitkan kita menghadapi tantangan. Complexity atau kompleksitas yang merumitkan, seperti perang Rusia vs Ukraina yang berdampak pada banyak negara, dan Ambiguity atau kerancuan yang membuat kita tak mudah mengidentifikasi masalah atau solusinya.
Empat kondisi di atas, jelas Teras Narang, penanda akan dibutuhkannya kepemimpinan transformatif. Kepemimpinan yang dapat mengubah potensi-potensi yang dimiliki untuk menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi begitu cepat dan sulit diprediksi di luar sana.
“Tantangan itu saya sampaikan kepada Himpunan Mahasiswa (HIMA) Kabupaten Murung Raya (Mura) beberapa waktu lalu. Empat unsur dalam kepemimpinan transformatif, di antaranya adalah karisma atau pengaruh ideal, di mana pemimpin memberi sense of mission dan sense of vision, menanamkan rasa bangga pada anggota dan memperoleh rasa hormat dan kepercayaan dari anggotanya,” kata Teras Narang, saat menyampaikan materi yang diberikan kepada HIMA Kabupaten Mura, baru-baru ini.
Kedua, lanjut Teras Narang, kepemimpinan inspirasional, di mana pemimpin memberikan ide-ide yang jelas dan harapan yang tinggi, mendorong kesatuan fokus, dan memiliki kemampuan untuk mengekspresikan tujuan-tujuan penting dengan cara yang sederhana.
Ketiga, urai Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng ini, stimulasi intelektual, di mana pemimpin mendorong kecerdasan, rasionalitas dalam berbagai upaya penyelesaian masalah.
Selanjutnya pertimbangan individual, di mana pemimpin memberikan perhatian personal, melatih, menasihati para pengikut, dan memperlakukan setiap pengikut secara individual menurut keunikan masing-masing.
Teras Narang menegaskan, kepemimpinan proses yang berkelanjutan dan tak berkesudahan. Maka dirinya mendorong generasi muda agar mempersiapkan desain program demikian dalam organisasi mereka. Terlebih untuk melahirkan kepemimpinan transformatif, maka tak cukup pengetahuan sebagai modal. Lebih dari itu dibutuhkan juga karakter dan keterampilan.
“Saya kerap meringkas karakter sumber daya manusia Kalteng yang kita perlukan sebagai karakter HUMABETANG. Merujuk pada filosofi Huma Betang dan pengayaan akan ciri manusia Kalteng. Karakter yang HUmanis atau berkemanusiaan, MAju atau juga dapat diartikan sebagai visioner/berpikir jauh ke depan, BErani jujur/berintegritas dan tentu saja kritis, serta TANGgung jawab dalam setiap pilihan maupun pekerjaannya. Dengan karakter ini, generasi muda, termasuk mahasiswa, diharapkan siap berkompetisi sekaligus berkolaborasi,” tambah Teras Narang.
Teras Narang berpesan kepada HIMA MURA dan seluruh organisasi kemahasiswaan di Kalteng, perlu mendesain ulang organisasi dan program-programnya, sehingga dapat menjadi medan latihan bagi anggota untuk menjadi pemimpin.
Langkah awalnya adalah mengembangkan karakter unggul sebagai karakter Huma Betang. Dibentuk lewat diskusi dan didukung dengan program pengembangan organisasi. Rekan-rekan muda, khususnya mahasiswa, bergiat diri membentuk keunggulan dirinya sebagai generasi yang Pancasilais dan nasionalis. Lebih dari itu, berkarakter dan terampil agar siap memasuki dunia kerja dan atau pelayanan masyarakat. ded











