PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat, debit air yang menggenangi kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) masih cukup tinggi. Per Kamis (24/11) sore, ketinggian air masih berkisar antara 5-60 cm di 17 kelurahan yang terdampak banjir.
Meski demikian, beberapa wilayah ada yang mengalami penurunan ketinggian air. Seperti di Jalan Riau dan Jalan Pelatuk yang turun 2 sampai 3 cm.
“Debit air banjir yang menggenangi kawasan permukiman relatif masih tinggi karena curah hujan yang cukup tinggi hampir setiap harinya. Sebagian besar masyarakat masih bertahan di rumahnya masing-masing. Untuk wilayah dengan debit air tertinggi ada di Kelurahan Danau Tundai dan Kameloh Baru, air mencapai 90-100 cm,” kata Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani, Kamis (24/11).
Selain pemantauan debit air, pihaknya saat ini terus melakukan pengecekan kesehatan terhadap masyarakat yang bertahan di rumah maupun di posko pengungsian bersama dengan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan maupun relawan.
Mayoritas korban banjir, diakuinya, mengalami iritasi kulit karena terkena air, sebagian ada yang batuk pilek karena perubahan cuaca. Selain itu, pihak BPBD bersama dinas teknis turut melakukan pengukuran terhadap fasilitas umum, seperti jalan titian di wilayah Kecamatan Sebangau, guna dilakukannya rehabilitasi di tahun 2023 mendatang.
“Dapur umum juga terus ditambah. Hari ini kami bersama dengan BPBD Provinsi menyiapkan dapur umum di pelabuhan Dermaga Rambang yang siap melayani masyarakat di wilayah Ponton, Jalan Kalimantan dan sekitarnya,” ungkap Emi.
Meskipun air relatif masih tinggi, ia menuturkan jika sebagian pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Seperti para pengungsi yang berada di posko lapangan 2 di Jalan Pelatuk, yang semuanya sudah pulang ke rumahnya.
Untuk itu, Emi tetap meminta masyarakat agar selalu waspada. Khususnya terhadap ancaman korsleting listrik yang terjadi saat banjir, apalagi ribuan jiwa masih memilih bertahan di rumah, meskipun sudah kebanjiran.
“Tempat kita ini masih hujan terus ditambah luapan sungai-sungai besar, banjir masih terus meningkat. Saya minta warga berhati-hati karena potensi korsleting listrik mungkin terjadi,” katanya mengingatkan.
Menurutnya, korsleting listrik saat banjir dapat dipicu dari terendamnya saluran listrik, baik berasal dari barang elektronik maupun stop kontak yang ditempatkan sembarangan.
“Korsleting yang seperti ini tak hanya menjadi penyebab kebakaran, tetapi justru lebih berbahaya. Genangan air yang masuk rumah bisa saja teraliri listrik dan ini sangat membahayakan,” ujarnya.
Dia menyarankan agar warga bisa segera mengungsi ke posko yang sudah disediakan. Namun jika ada keluarga yang rumahnya tidak banjir bisa mengungsi sementara di sana.
Selama di posko, warga juga tidak perlu khawatir karena pemerintah memastikan kebutuhan hidup para pengungsi banjir akan terjamin. Terutama kebutuhan tempat tidur, air bersih, makanan, minuman dan layanan kesehatan.
Banjir Tumbang Nusa
Kondisi banjir di ruas Jalan Trans Kalimantan, Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya terus mengalami peningkatan. Hingga Kamis (24/11), belum ada tanda-tanda akan surut. Debit air sebelumnya 35 cm, kini naik menjadi 37 cm.
Meski demikian, kondisi arus lalu lintas masih berjalan normal, dengan dua arah. Para petugas di lapangan pun terus mengatur arus lalu lintas di sepanjang ruas banjir.
Kapolres Pulang Pisau AKBP Kurniawan Hartono melalui Bripka Alpri petugas Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Pulpis yang bertugas mengatur arus lalu lintas, mengatakan, pihaknya dari Pos Lapangan (Poslap) Jabiren Raya melakukan pengamanan dan pengaturan di lokasi nanjir.
“Untuk posisi debit air masih di 37 cm, dan untuk ruas jalan yang terendam banjir sepanjang 65 meter,” beber Alpri.
Untuk pengaturan arus lalu lintas, menurutnya, menggunakan dua arah, baik dari arah Banjarmasin menuju Palangka Raya dan sebaliknya dari Palangka Raya menuju Banjarmasin, masih berjalan aman dan lancar.
Alpri mengimbau kepada para pengguna jalan agar selalu berhati-hati, dan menjaga jarak serta tidak saling mendahului, dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan, sehingga arus lalu lintas bisa berjalan lancar. rgb/c-mye











