Spirit Kalteng

Pertumbuhan Kasus Covid-19 Lebih Banyak dari Kesembuhan

25
×

Pertumbuhan Kasus Covid-19 Lebih Banyak dari Kesembuhan

Sebarkan artikel ini
Pertumbuhan Kasus Covid-19 Lebih Banyak dari Kesembuhan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.IDBerdasarkan data mingguan Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Kalteng, Satgas Provinsi Kalteng dan Dinkes Provinsi Kalteng 21-27 November 2022, minggu ke-48, pertumbuhan kasus baru konfirmasi positif Covid-19 di Kalteng sebanyak 180 kasus. Rata-rata 25-26 kasus per hari.

Ketua PAEI Cabang Kalteng Rini Fortina SKM MKes menyampaikan, pertumbuhan kasus baru minggu ini meningkat 7,8 persen dari minggu sebelumnya. Perbandingan kecepatan pertumbuhan kasus dan kesembuhan bulanan sampai 27 November dibanding kasus konfirmasi adalah 43,3 persen. Persentase pertumbuhan kasus konfirmasi dibanding Oktober lalu 425,9 persen.

“Pertumbuhan kasus baru Covid-19 lebih banyak dari kesembuhan. Gambaran jumlah kematian per bulan kasus positif Covid-19 di Provinsi Kalteng sampai 27 November ada 8 kematian. Meningkat lebih banyak 75 persen dari bulan Oktober sebelumnya. Tren kematian mingguan periode 21-27 November 2022 menunjukkan peningkatan jumlah kematian menjadi 5 kematian atau sebesar 80 persen dari minggu sebelumnya,” kata Rini, Kamis (1/12).

Sementara itu, lanjut Rini, kecepatan penularan kasus baru minggu ke-48 adalah 6,7 per 100.000 penduduk. Artinya dalam setiap 100.000 penduduk kecepatan terjadinya sakit mengenai 6 sampai 7 kasus baru. Kecepatan penularan kumulatif minggu ini meningkat dari minggu sebelumnya. Kecepatan penularan minggu ini tertinggi di Palangka Raya 22-23 kasus baru per 100 ribu penduduk.

Angka kematian (mortality) per 100 ribu penduduk di Kalteng minggu ini menunjukkan peningkatan kasus kematian menjadi 0-1 kematian per 100 ribu penduduk yang berasal dari Kota Palangka Raya, Barut, Kobar dan Kapuas, lebih banyak dari minggu sebelumnya.

Kemudian persentase perawatan kumulatif kasus konfirmasi terlihat cenderung meningkat, namun masih di bawah 1 persen. Persentase kesembuhan terlihat cenderung menurun menunjukkan adanya perawatan kasus baru yang semakin banyak.

Kemudian kematian kumulatif minggu ini di kabupaten/kota merupakan persentase kematian dalam seluruh kasus Covid-19 yang terjadi di Kalteng dalam seluruh periode pandemi adalah 2,89 persen. Nasional 2,5 persen. Persentase kematian minggu ini cenderung fluktuatif menandakan kekuatan penyakit dalam menyebabkan keparahan masih terjadi.

Dari hitungan PAEI kasus rata-rata minggu ini Kalteng terlihat bertambah secara kumulatif. Peningkatan menurut kabupaten/kota terjadi pada 6 kabupaten/kota. Rata-rata kasus baru kumulatif minggu ini meningkat 7,8 persen dari minggu sebelumnya.

Tren positif rate berdasarkan spesimen menunjukkan fluktuatif meningkat kembali dibanding minggu sebelumnya, dengan rate mingguan 26,7 persen dan harian 24,6 persen, sementara targetnya di bawah 5, sehingga target tidak tercapai.

Positivity rate menunjukkan level insiden atau derajat keparahan penyakit di suatu daerah, artinya level keparahan Kalteng fluktuatif meningkat dan status kesehatan menjadi Kurang Baik.

PAEI juga melihat minggu ini jumlah testing masih rendah dan tidak mencapai target, seharusnya kumulatif Kalteng sesuai Inmendagri No 48/2022 sebanyak 2.312 tes per hari. Jumlah testing minggu ini meningkat dalam jumlah rendah, menandakan sistem kewaspadaan dini melemah.

Capaian target per kabupaten/kota, sebanyak 13 kabupaten tidak tercapai, hanya Kota Palangka Raya yang tercapai untuk testing. Hal ini menyesuaikan kondisi kesehatan masyarakat dan kemandirian testing yang dilakukan oleh masyarakat dalam pencarian pengobatan dan perawatan.

Sementara PAEI juga membuat analisa terkait capaian vaksinasi di Kalteng. Capaian vaksin I minggu ini menurun, meningkat pada vaksin II 0,54 persen, vaksin III 0,16 persen dan Positivity rate aksin IV 0,10 persen. Perbandingan capaian kumulatif vaksin I 100,92 persen, vaksin II 86,45 persen, vaksin III 30,07 persen, vaksin IV 0,54 persen.

“Maka masih ada sekitar 1.423.773  atau 69,9 persen  dari target yang belum mendapat vaksin ke-3 atau booster atau belum terlindungi lengkap. Kecepatan vaksin minggu ini lebih lambat dari minggu sebelumnya, namun konsisten bertambah. Vaksin II terlihat meningkat dengan cepat,” imbuh Rini. yml