+Anggaran Ada, Kenapa Kasus HIV/AIDS Kalteng Memprihatinkan?
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kasus HIV/AIDS di Kalteng dinilai sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, dari data yang ada disebutkan di 2022 ini saja, sejak Januari hingga September sudah ada 98 kasus baru. Sementara di 2021 untuk kasus yang baru berjumlah 119.
Menanggapi hal itu salah satu tokoh masyarakat Kalteng yang juga Ketua DPP APP Gerakan Mandau Telawang Pancasila (GMTPS) Iber Nahason menyoroti kinerja dari Komisi Penanggulangan AIDS di Provinsi Kalteng.
Menurut Iber, seharusnya persoalan semacam itu bisa ditekan, tentunya melalui tindaklanjut dari komisi terkait. “Adanya Komisi Penanggulangan AIDS tugasnya yang menanggulangi segala macam tentang pencegahan hingga lainnya. Namun kenyataannya berbeda saat ini, kasus AIDS di provinsi kita bisa dinilai cukup memprihatinkan,” ujarnya kepada Tabengan.
Ditambahkannya, komisi itu jelas juga memiliki anggaran tersendiri untuk bergerak dan melaksanakan tugas pokok dan fungsinya di lapangan. Apalagi kalau anggaran itu, semisalnya berjumlah cukup besar, tentunya harus benar-benar dimanfaatkan dalam mengantisipasi persoalan HIV/AIDS, karena hal ini penting demi pertanggungjawaban baik bagi negara maupun juga masyarakat khususnya di sektor kesehatan.
Yang dipertanyakan, ujarnya, sampai saat ini kasus-kasus HIV/AIDS masih memprihatinkan, bahkan muncul berbagai kasus baru. Lalu bagaimana seharusnya Komisi Penanggulangan AIDS menindaklanjuti peningkatan, bahkan kasus-kasus yang muncul seperti itu.
“Kalau setiap tahun malah bertambah banyak kasusnya, lalu apa artinya tugas-tugas dari komisi ini, yang memang seharusnya ditujukan menekan, bahkan mengurangi atau mencegah munculnya potensi kasus baru HIV/AIDS di daerah,” tegasnya.
Ibeng sapaan karib Iber Nahason berharap hal semacam ini bisa menjadi perhatian penuh pihak terkait, karena memang tugasnya Komisi Penanggulangan AIDS ini adalah menanggulangi persoalan tersebut yang mencakup menekan angka atau kasus baru, pencegahan melalui sosialisasi hingga hal berkaitan lainnya.drn











