Spirit Kalteng

DAMPAK ABLASI DI DAS KAHAYAN-Sekda Kota: Pemko Usahakan Bantuan Perumahan

67
×

DAMPAK ABLASI DI DAS KAHAYAN-Sekda Kota: Pemko Usahakan Bantuan Perumahan

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Mengawali tahun 2023, masyarakat Kota Palangka Raya dikejutkan dengan adanya bencana alam berupa ablasi tanah yang menimpa warga Kelurahan Langkai, tepatnya yang bermukim di kawasan Gang Sepakat Flamboyan Bawah, dimana 4 unit rumah dinyatakan mengalami rusak berat.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, jika bencana ablasi tersebut rupanya meluas. Usai terjadi di Flamboyan Bawah pada 1 Januari silam, ternyata seminggu setelahnya ablasi juga terjadi di Jalan Kalimantan Gang Kenanga. Bahkan seminggu kemudian ablasi juga terjadi di Kelurahan Marang yang menyebabkan longsor pada akses jalan milik masyarakat.

Untuk total warga terdampak ablasi, diungkapkannya di kawasan Flamboyan Bawah berjumlah 7 kepala keluarga atau 30 jiwa dan di Jalan Kalimantan ada 7 kepala keluarga atau total 35 jiwa.

“Kami dari BPBD segera turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan pengecekan terhadap masyarakat yang terdampak ablasi, serta menyalurkan bantuan kedaruratan seperti sembako dan membangun posko pengungsian serta kesehatan dan juga dapur umum,” ujar Emi, Selasa (17/1).

Sementara itu, Lurah Langkai Sri Wanti mengatakan, jika warga yang mengungsi akibat bencana ablasi di wilayahnya saat ini sudah tidak ada. Dapur umum pun sudah ditutup, meski posko darurat masih disiagakan.

Warga yang menjadi korban ablasi saat ini, dikatakannya, sudah memilih tinggal bersama keluarga, dan mereka yang rumahnya rusak berat sudah menyewa rumah di sekitar wilayah itu juga. Sesuai arahan Wali Kota Palangka Raya untuk biaya sewa rumah telah diakomodir oleh Pemerintah Kota.

“Pemko melalui Disperkimtan sudah mulai mendata warga yang terdampak langsung ablasi, ataupun di sekitarnya. Semua warga tersebut, dalam penanganan jangka panjang akan direlokasi. Masyarakat setuju dan bersedia karena di situ kerap mengalami bencana banjir dan kumuh,” kata Sri.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu saat dijumpai beberapa waktu lalu mengatakan, jika pihaknya secara komprehensif dan berkelanjutan akan melakukan penanganan, sekaligus mengantisipasi dampak ablasi di Palangka Raya.

Bicara untuk jangka pendek, ungkap Hera, maka Pemko Palangka Raya akan mengusahakan program bantuan perumahan. Terutama dikhususkan atau diperuntukan bagi warga terdampak (skala kedaruratan), melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Palangka Raya. Sedangkan untuk jangka menengah akan ditangani dalam skala yang lebih luas lagi berupa relokasi.

“Tentu membutuhkan waktu dan koordinasi yang melibatkan Pemerintah Provinsi dan kementerian terkait,” bebernya.

Hera kembali menambahkan, Bapak Wali Kota Palangka Raya ingin penanganan dan pencegahan dampak ablasi di Palangka Raya ini dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan. Memang diakuinya, tidak mudah untuk secepatnya mendapatkan realisasi, namun Pemko akan terus berusaha sebagaimana keinginan Wali Kota dalam melindungi warganya dari ancaman potensi ablasi yang lebih luas.

Perlu diketahui, tambah Hera, untuk jangka panjang kawasan bantaran sungai, khususnya Flamboyan Bawah, telah direncanakan sebagai kawasan waterfront city oleh pihak Pemprov dan Pemko. Untuk itu Pemko Palangka Raya tentu akan mendukung agar wajah kumuh pada lokasi tersebut ke depannya akan berubah, menjadi kawasan wisata pinggiran sungai yang indah.

“Perencanaan maupun skema-skema pembangunan perumahan untuk relokasi ke depan sedang kami kaji secara komprehensif,” pungkasnya.rgb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *