Spirit Kalteng

Umat Buddha di Palangka Raya Mulai Persiapkan Perayaan Imlek

24
×

Umat Buddha di Palangka Raya Mulai Persiapkan Perayaan Imlek

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANUS
IMLEK – Merupakan salah satu kue khas atau wajib di perayaan tahun baru Imlek yakni kue keranjang. Tampak kue keranjang di Rumah Makan Singkawang JAlAN. Bangka, Palangka Raya, Kamis (19/1)

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sepekan terakhir, aktivitas umat Buddha yang akan merayakan Tahun Baru Imlek mulai nampak di vihara-vihara, khususnya Vihara Avalokitesvara yang berada di Jalan Cilik Riwut km 9.

Semuanya berkumpul untuk membersihkan rumah ibadah dan altar sembahyang hingga mempersiapkan dekorasi khas berwarna merah, menyambut masuknya tahun 2574 Kongzili pada Minggu (22/1) mendatang.

Franky Christanto, anggota pengurus Vihara Avalokitesvara saat ditemui Tabengan mengatakan jika dirinya bersama dengan umat Buddha Kota Palangka Raya sejak Minggu (15/1), sudah melakukan pembersihan rumah ibadah.

Patung atau rupang, yang menjadi manifestasi perwujudan dewa dan dewi, dibersihkan dan dimandikan. Mulai dari rupang Sang Buddha Goutama, Bodhisatva Wavalokitesvara (Kwan IM), Buddha Maitreya, Bodhisatva Sitigarbha, Bodhisatva Kwan Kung, Bodhisatva Jambala, Dewa Rejeki dan Dewa Bumi pun diturunkan untuk bisa dimandikan serta dibersihkan dari debu dan abu dupa yang menempel. Setelah selesai dibersihkan, rupang-rupang tersebut pun dikembalikan ke tempat semula.

“Berdasarkan tradisi Tionghoa, beberapa hari sebelum Imlek maka rupang-rupang ini harus dibersihkan. Karena dipercaya pada saat ini dewa bumi tengah naik menghadap dewa langit untuk melaporkan serta membuka buku catatan hasil perbuatan kita selama di dunia,” ujar Franky.

Selain itu, lanjutnya, para umat Buddha Kota Cantik tak hanya membersihkan rupang. Beberapa bagian, baik di dalam maupun di luar vihara, juga dibersihkan demi memberikan kenyamanan pada saat umat melakukan ibadah.

Rumput-rumput dan sampah dedaunan yang berserakan di halaman telah dibersihkan. Altar dan tempat pembakaran kertas sembahyang pun diakui pria yang akrab disapa Koh Franky ini, tak luput dari pengecatan ulang demi memberikan nuansa yang bersih dan rapi.

Lampion-lampion berwarna merah menyala dan lilin berukuran besar pun sudah dipersiapkan menyambut perayaan masuknya Tahun Baru 2574 Kongzili.

“Untuk ibadah umat Buddha di vihara ini, akan dilaksanakan pada hari Sabtu (21/1) malam. Atau tepatnya usai umat Buddha melaksanakan ibadah di Vihara Cetiya Kiat Yan Shi yang berada di Jalan Damang Batu. Di Vihara Avalokitesvara akan digelar dua sesi ibadah. Sesi pertama khusus untuk umat Buddha, dan sesi kedua untuk umum. Baik itu Buddha, Konghucu ataupun aliran-aliran Tri Darma lainnya,” bebernya.

*Siap Dimeriahkan Penampilan Barongsai*

Romo Sulistio, Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Kota Palangka Raya mengatakan jika perayaan Imlek tahun ini akan kembali dimeriahkan dengan penampilan Barongsai.

Diakui, 2 tahun terakhir, hiburan yang dinantikan oleh seluruh masyarakat ketika menyambut Tahun Baru Cina, terpaksa harus ditiadakan karena pandemi Covid-19. Namun kini dengan semakin terkendalinya sebaran Covid-19, diakui pria yang disapa Koh Aphin ini, maka penampilan bisa disaksikan kembali.

“Rangkaian kegiatan perayaan Imlek kali ini difokuskan di dua lokasi. Pertama di Vihara Cetiya Kiat Yan Shi dan Vihara Avalokitesvara. Di Vihara Cetiya Kiat Yan Shi, puja bakti akan dimulai sekitar pukul 6 sore, dan setelahnya sekitar pukul 7 malam baru akan disajikan atraksi Barongsai. Kemudian di Vihara Avalokitesvara, penampilan Barongsai kemungkinan akan dimulai sebelum pukul 9 malam yang kemudian dilanjutkan dengan puja bakti pada pukul 10. Setelah itu, Barongsai akan kembali ditampilkan hingga detik-detik pergantian tahun,” bebernya.

*Tahun Kelinci Air, Jaga Semangat Kebersamaan dan Toleransi*

Imlek pada tahun 2023 ini, dikatakan Koh Aphin dilambangkan dengan Shio Kelinci Air. Selain tahun ini, karakter binatang serupa juga dikatakannya jatuh pada tahun 2011, 1999, 1987, 1975, 1963, 1951 dan seterusnya.

Jika mengacu pada astrologi Cina, binatang Kelinci diungkapkannya memiliki karakter yang lebut, pendiam, tenang, waspada, cepat, terampil, baik hati, peduli pada sesama, sabar dan bertanggung jawab.

“Tahun ini kan Shio Kelinci Air. Masih tenang sesuai dengan karakter Kelinci. Tahun ini kita harus berusaha lebih giat dalam segala hal. Dan kebetulan tahun ini juga tahun politik, kita harapkan semua elemen masyarakat bisa menjaga moderasi umat beragama dan semangat kebersamaan, agar kerukunan serta toleransi antar umat beragama di Palangka Raya senantiasa terjaga. Kami harapkan tahun ini kita semua senantiasa mendapatkan kelimpahan rejeki, keberhasilan dan kebahagiaan,” tuturnya.

*Tradisi Imlek*

Koh Aphin juga menjelaskan, jika perayaan Imlek memiliki sejumlah tradisi yang dirasakan cukup melekat dan dikenal sebagian masyarakat di Tanah Air. Yang pertama ialah mendekorasi rumah. Bagi warga Tionghoa, Imlek adalah momen untuk melakukan penataan dan pembersihan tempat tinggal.

Imlek juga dikatakannya identik dengan warna merah. Bagian-bagian di dalam maupun di luar rumah biasanya di cat dengan warna merah, demikian pula dengan hiasan-hiasan berwarna merah menghiasi sudut rumah. Warna merah sendiri, kata Koh Aphin, dipercaya dapat membawa keberuntungan dan kesejahteraan.

Selanjutnya ada pula tradisi memberikan Angpau, yang memiliki makna pemberian rezeki yang mana warna merah pada amplopnya melambangkan kekuatan, kesejahteraan dan hoki.

Koh Aphin menambahkan, angpau biasanya diberikan oleh anggota keluarga yang sudah berumah tangga, sementara yang menerimanya adalah anak-anak ataupun orang yang belum menikah. Dan bagi yang belum berumah tangga meskipun sudah berumur dewasa, ia pun mengingatkan agar tidak memberikan angpau karena dipercaya akan sulit mendapatkan jodoh di kemudian hari.

“Juga ada tradisi lain seperti menyiapkan kue keranjang atau Nian Gao, yang menjadi  simbol pembawa keberuntungan dan mendapatkan kehidupan yang manis sepanjang tahun,” pungkas Koh Aphin.rgb

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *