PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Majelis Pekerja Harian Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (MPH PGI) melaksanakan kegiatan Sidang Majelis Pekerja Lengkap PGI 2023. Sidang yang merupakan pertemuan tahunan para Pimpinan Gereja dari seluruh Indonesia,mengangkat tema: “Aku Adalah Yang Awal dan Yang Akhir” (Bdk Wahyu 22:12-13), dengan Subtema “Bersama Seluruh Warga Bangsa,Gereja Memperkokoh NKRI yang Demokratis, Adil dan Sejahtera Bagi Semua Ciptaan Berlandaskan Pancasila dan UUD 1945”.
Hadir pada kegiatan tersebut, Senator Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustin Teras Narang. Hadir sebagai narasumber, Teras Narang membawakan materi dengan tema Dalam acara tersebut,saya menyampaikan presentasi yang berjudul “Tantangan dan Peluang Gereja-Gereja Dalam Proyeksi Pembangunan Ibu Kota Nusantara”.
Tokoh Kalteng ini, secara pribadi menyambut positif hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan. Teras Narang juga menyampaikan apa yang menjadi tantangan, sekaligus peluang dengan hadirnya IKN Nusantara. Tantangan dan peluang ini harus terus disuarakan, tidak saja bagi kaum muda tapi juga bagi kalangan organisasi seperji Persatuan Gereja Indoneia (PGI).
Teras Narang menyampaikan, pemindahan IKN ke pulau kalimantan, bagian dari harapan presiden pertama kita Bung Karno. Dimana, disaat itu bercita-cita membangun IKN di Palangka Raya, Kalteng. Menurutnya, pemindahan IKN adalah juga merupakan konsekuensi dari adanya perkembangan demografi, dan geologis yang harus dihadapi dan diantisipasi secara obyektif dan konstruktif.
Teras Narang melanjutkan, tantangan kekinian yang dihadapi bangsa, dan negara sekarang ini, baik secara internal maupun eksternal. Revolusi industri 4.0, society 5.0, terjadinya disrupsi dan shifting di-segala bidang, bonus demografi, perkembangan informasi teknologi dan digitalisasi yang sangat pesat, pandemi Covid-19, perang Rusia dan Ukraina, menghadapi pemilu dan pilkada di tahun 2024, serta persiapan, pembangunan, dan pemindahan IKN.
“Persiapan, pembangunan, dan pemindahan IKN tidaklah mudah. Meski secara perundang-undangan sudah ada, yakni Undang-undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Pembiayaannya yang melibatkan investor lokal, maupun luar negeri juga diharapkan. Pembiayaan pembangunannya yang sangat besar tidak hanya dibebankan kepada APBN. Konsep hijau, kota pintar dan futuristik untuk IKN, diharapkan dapat terwujud, sehingga berdampak secara ekologis bagi masa depan hutan di-Kalimantan sebagai paru-paru dunia,” kata Gubernur Kalteng Periode 2005-2015 ini, saat menjelaskan hasil kehadirannya pada kegiatan Sidang Majelis Pekerja Lengkap PGI 2023, Minggu (29/1) di Palangka Raya.
Selanjutnya, kata Teras Narang lagi, bagaimana kemudian penataan sosial, dan pemerataan ekonomi yang hadir di IKN. Jangan sampai pemindahan IKN, hanya pemindahan kepentingan oligarki yang justru tidak menghadirkan solusi bagi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain tantangan tentu ada peluang bagi Gereja, untuk membangun peradaban maju Indonesia sentris disegala bidang. Keberadaan Gereja di tengah masyarakat kalimantan khususnya, Indonesia umumnya, mesti di revitalisasi, dan hendaknya menjadi modal sosial demografi yang di kelola PGI.
Perkembangan media dan teknologi komunikasi, papar Teras Narang, juga bisa menjadi sarana yang baik dan efektif,guna meningkatkan efisiensi pelayanan. Dari sisi internal, PGI lewat sumber daya dan jejaring yang dimiliki mendukung agenda penguatan sektor kesehatan dan pendidikan di kalimantan. Mendorong investasi yang bersahabat dan paham akan konservasi dalam kepentingan menjaga ekologi dan ruang hidup masyarakat adat. Dari sisi eksternal, bersama-sama dengan komunitas sosial keagamaan lain, PGI perlu menguatkan peran-peran kebangsaan lewat jalur kebudayaan di kalimantan. Diharapkan, PGI menanamkan semangat persatuan, dan membangun tradisi silaturahmi, serta konsolidasi kebangsaan di pulau kalimantan. Hanya tanah yang damai yang memiliki kesempatan maju berkembang bagi kemanusiaan.
Pembangunan IKN akan menghadirkan “gula”, urai Teras Narang, pembangunan yang akan mengundang migrasi dari berbagai daerah dan manca negara ke Kalimantan Timur,yang berpotensi menimbulkan kesenjangan, dan kecemburuan sosial,bila tidak di kelola dengan baik oleh pemerintah.
“Bidang strategis yang saya anggap penting bagi Geraja di Kalimantan Timur khususnya,dan Kalimantan serta NKRI pada umumnya, adalah bidang kesehatan dan pendidikan, karena berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia. Sementara masyarakat adat dan ekologi berkaitan dengan keberlanjutan sumber daya alam dan daya tahan lingkungan. Sumber daya manusia yang berkualitas mesti sepadan dengan sumber daya alam yang berkulitas juga,” tambah Teras Narang.
Gereja, ungkap Teras Narang, perlu hadir dalam mimbar pewartaan dalam kondisi kekinian. Menghadirkan pelayanan terbaik bagi warganya, dalam bidang kesehatan, dan pendidikan yang berkualitas. Sebagaimana yang sekarang ini dilakukan Majelis Sinode GKE, melalui Departemen Kesehatan, dan Departemen Pendidikan yang berkualitas, untuk menghadirkan harmoni kehidupan di kalimantan dan NKRI. Maju secara ekonomi dan sejahtera, tapi juga tidak abai pada kelestarian ekologi, demi kejayaan dan kemakmuran NKRI yang kita cintai dan banggakan bersama. Salam sehat dan sukses.ded











