PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Internal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Tengah (Kalteng) pecah dua kubu dan terjadi polemik. Sejak pengunduran diri Eddy Raya Samsuri dari Ketua Umum KONI Kalteng, hingga kini masih belum ada Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum. Saat ini Ketua Harian mendapatkan pelimpahan tugas sementara untuk menjalankan administrasi KONI.
Gubernur Kalteng sekaligus pembina KONI Provinsi Kalteng H Sugianto Sabran angkat bicara terkait polemik di tubuh KONI. Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini menyayangkan terjadinya kisruh berkepanjangan kepengurusan KONI Kalteng.
Dia mengharapkan agar para pengurus dapat duduk bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Saling koordinasi, komunikasi yang masif hingga dapat mencari solusi setiap permasalahan dan keinginan untuk meningkatkan olahraga di Kalteng melalui KONI. Tentu sebagai seorang bapak, sebagai pembina organisasi, semestinya kawan-kawan KONI datang, komunikasi, koordinasi, cari solusi. Janganlah saling sahut-sahutan di media, medsos, itu kan tidak baik,” kata Sugianto, Rabu (1/2).
Menurut Sugianto, kepengurusan KONI harus dapat mengesampingkan kepentingan politik maupun egoisme setiap orang, tetapi satu pemikiran demi kemajuan olahraga di Bumi Tambun Bungai.
Sugianto meminta agar kepengurusan KONI Kalteng dipegang oleh profesional, menjalankan kaidah keolahragaan, pembinaan yang serius, peningkatan SDM, sehingga dapat meningkatkan prestasi olahraga Kalteng di berbagai tingkatan. Dia menegaskan, tingkatkan pembinaan dan keorganisasian dan ingin KONI ini dipegang secara profesional.
Sementara itu, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Leonard S Ampung menanggapi terkait rencana pengosongan gedung KONI. Pihaknya masih menunggu instruksi selanjutnya. Terkait dengan akan dipindahkan ke mana Kantor KONI Provinsi Kalteng, Leonard menyebut bahwa akan ada kebijakan terkait dengan perihal tersebut. yml











