PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Sebanyak 52.000 bibit ikan papuyu/betok di-restocking atau pelepasliaran di Danau Bandara Tjilik Riwut pada Kamis (16/3).
EGM of KC Bandara Tjilik Riwut, Ardha Wulanigara menyampaikan, kegiatan tersebut didasari oleh Surat Kepala SKIPM Palangka Raya nomor B.273/SKIPM.PKY/TU.210/III/2023 tanggal 9 Maret 2023 perihal permohonan Fasilitasi Kegiatan Restocking Bibit Ikan Papuyu/Betok.
“Pada dasar ini hasil sinergi, kolaborasi para stakeholder antara Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu (SKIPM) dan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin dengan Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya,” ujarnya.
Lebih lanjut disebutkan Ardha, restocking bibit ikan papuyu ini dapat memacu peluang-peluang usaha lainnya. Di Bandara Tjilik Riwut memiliki banyak aset yang bisa dimaksimalkan untuk berusaha.
“Dan ke depannya diharapkan seluruh stakeholder yang ada terus bersinergi untuk peningkatan dan kemajuan usaha di Palangka Raya atau dalam hal ini Kalimantan Tengah khususnya,” harapnya.
Ke depannya, kata Ardha, ikan-ikan yang dilepaskan di Danau Bandara tersebut diperbolehkan untuk dipancing, dan lokasinya di wilayah Bandara Tjilik Riwut. Untuk itu diimbau masyarakat nantinya memerhatikan faktor keamanan dan keselamatan penerbangan.
“Karena letaknya di Bandar Udara kalau nanti ada yang ingin memancing dan sebagainya, tentunya kami memerhatikan faktor ketertiban dan pelayanan pengguna jasa Bandar Udara, jadi misalkan parkir, ya harus parkir di dalam. Dan nanti setelah 6 bulan atau 7 bulan kita ada giat lagi dengan stakeholder terkait untuk panen bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM), Minharjo mengatakan, giat tersebut juga merupakan upaya melestarikan ikan lokal di Danau Bandara yang juga sebagai Ikon Bandara Tjilik Riwut.
“Ya tujuannya untuk itu, supaya melestarikan ikan lokal juga Bandara, dengan memanfaatkan danau yang ada,” tuturnya.
Menurut Minharjo, Danau Bandara Tjilik Riwut menjadi destinasi anak-anak lokal kala menjelang sore hari. Namun, patut disayangkan kesadaran masyarakat “berwisata” atau bersantai di sepanjang bibir danau itu sangat kurang, khususnya terkait sampah plastik.
“Ini merupakan momentum untuk menyosialisasikan jangan buang sampah sembarangan dan sebagainya. Karena itu bisa berimbas ke ikan-ikan dan perairan yang ada di danau ini. Harapannya dengan adanya kegiatan ini masyarakat/anak-anak muda sadar akan lingkungan,” imbuhnya.
Disebutkan, benih yang ditebar sedikitnya ada 52.000 bibit ikan papuyu sumbangan dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin, sebab ikan papuyu adalah ikan endemik lokal Kalteng.
“Kenapa ikan papuyu, pertama ikan papuyu termasuk ikan yang disukai masyarakat Kalteng. Kemudian ikan papuyu hampir di semua perairan Kalteng ada. Karena ini danau tidak ada kaitannya dengan sungai, kalau tidak kita lepas tidak ada ikannya,” katanya.
Kordinator Instalasi Budidaya Ikan Lahan Gambut Pulang Pisau sekaligus Kordinator Wilayah Kalteng dari BPBAT Mandiangin, Juliansyah menambahkan, ikan papuyu tingkat kehidupannya tinggi sehingga mudah beradaptasi dan mudah berkembang biak. Dengan me-restocking bibit-bibit tersebut, dapat pula melestarikan plasma nutfah untuk ikan lokal dan sebagai ikon di Palangka Raya.
“Mudah-mudahan dengan 52.000 ekor kalau 8-10 bulan ke depan kalau makanannya cukup nanti beratnya 80-100 gram. Nah itu kalau estimasi beratnya bisa sampai 300 kiloan,” jelasnya.
Selain itu, disebutkan pula oleh karena ikan papuyu mengandung cukup albumin sekalipun tidak sebanyak ikan gabus, sehingga jika mengonsumsi ikan papuyu juga dapat mencegah terjadinya stunting. dsn











