PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Wajah penuh harap Yulia Kartika terlihat ketika ia menghentikan sepeda motor yang dikendarainya di parkiran bangunan dua lantai, di depannya terpasang logo tiga lingkaran didominasi warna hijau. Kantor Pegadaian Cabang Sampit, Jalan Ahmad Yani Nomor 28 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Seorang satpam menyambutnya sembari membukakan pintu kaca.”Silahkan, ada keperluan apa Bu? Ibu mau gadai, mau nebus, atau mau pembayaran online?,”ujar sang satpam sambil melemparkan senyum ramah.
“Oh iya, saya mau gadai?,”sahut Yulia, dan kemudian sang satpam mengarahkannya ke ruang pelayanan di lantai dua.
Selanjutnya, seorang satpam kembali menyambut ramah. Juga melontarkan pertanyaan kurang lebih sama dengan rekannya tadi.
Ia pun mengarahkan nasabah ini untuk mengisi formulir, hingga ke loket penaksir barang yang akan digadaikan.
Prosesnya tak berlangsung lama. Sekitar 15 menit, nasabah ini pun mendapatkan uang tunai, dari menggadaikan gelang emasnya, untuk keperluan anaknya masuk sekolah di tahun ajaran baru. Ia pun bergegas pulang ke rumah dengan tersenyum.
Bagi Yulia yang kesehariannya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan berdagang kuliner secara online, Pegadaian sangat diandalkannya.
“Memudahkan saya jika ingin dana cash cepat. Apalagi untuk keperluan mendadak. Bunga gadainya pun rendah. Tidak memberatkan,” ujar wanita 38 tahun yang sering menggadaikan emasnya ini.
Tahun 2019 ketika pandemi Covid-19 mulai melanda, Yulia menjadi satu dari jutaan masyarakat yang mendapatkan bantuan sosial dari Pemerintah. Ketika itu pendapatan untuk memenuhi keluarganya merosot. Ditambah suaminya juga mengalami pemotongan gaji di tempat kerja.
“Beruntung ada Pegadaian, benar-benar mengatasi masalah tanpa masalah. Saya terbantu ketika wabah Covid-19 melanda kemarin. Beban saya dan suami jadi berkurang ketika itu,” ungkap Yulia.
Lantaran sering menggadaikan emas itulah, tahun 2021 sejak pandemi mulai reda, dirinya mengikuti Program Tabungan Emas di Pegadaian. Walau diketahuinya program ini telah diluncurkan sejak 2015 lalu.
Seiring perekonomian keluarganya mulai pulih, ia mengaku memanfaatkan Program Tabungan Emas sebagai investasi jangka panjang. Yulia percaya, kondisi fisik emas yang disediakan Pegadaian terjamin kemurniannya. Ditambah lagi dengan layanan jual beli yang memudahkan nasabah.
“Keaslian emasnya tidak saya ragukan lagi. Layanan jual belinya juga bisa online melalui aplikasi Pegadaian Digital. Jadi kita tidak repot harus selalu datang ke Kantor Pegadaian,” tuturnya.
Sementara itu, investasi emas juga terbilang tren bagi masyarakat Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Seperti diutarakan Kepala Pegadaian Cabang Sampit Edy Siswanto, saat ini di Kabupaten Kotim tidak kurang dari 3.200 nasabah ikut Program Tabungan Emas.
Rata-rata transaksi menabung emas mencapai Rp125 juta per bulan. Berat emas yang disediakan bervariasi, mulai dari yang terkecil 0,01 gram. Asal emasnya pun terpercaya. Produksi dari Antam, UBS(Untung Bersama Sejahtera), dan Galery 24 yang merupakan anak perusahaan PT Pegadaian, dan fokus terhadap penjualan logam mulia.
“Di sini minat investasi emas cukup tinggi. Di Pegadaian kita layani dari nominal terkecil, mulai dari harga Rp10 ribuan,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (15/3) lalu.
Rata-rata nasabah tabungan emas berasal dari berbagai kalangan. Seperti pegawai negeri sipil, ibu rumah tangga dan juga pekerja swasta serta profesi lainnya.
Di Kabupaten Kotim, saat ini sudah ada enam unit Pegadaian, tersebar di beberapa kecamatan dan pasar besar. Antara lain di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, di Pasar Kecamatan Baamang, dan unit di Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Edy Siswanto melanjutkan, kebanyakan nasabah memutuskan menabung emas di Pegadaian sebagai investasi jangka panjang. Seperti untuk biaya pendidikan anak di masa depan. Ada juga yang berinvestasi emas untuk menjaga nilai mata uang dari inflasi.
“Menabung emas di Pegadaian tentu tidak rugi. Apalagi harganya cenderung terus naik. Apabila ingin dijual kembali pun sangat mudah karena uangnya akan masuk langsung rekening nasabah,” ujarnya menerangkan.
Demi memasyarakatkan Program Tabungan Emas, dikatakan Edy, pihaknya aktif melakukan sosialisasi hingga ke berbagai organisasi. Seperti kepada anggota PKK, Dharma Wanita, dan sejumlah organisasi lainnya, baik di tingkat kabupaten, kecamatan hingga kelurahan dan desa.
Dia berharap Program Tabungan Emas Pegadaian dapat memberikan manfaat, terutama untuk ketahanan ekonomi keluarga di masa depan.
“Berinvestasi emas dapat menjamin kondisi finansial untuk jangka panjang. Jadi jangan ragu segeralah berinvestasi emas di Pegadaian,” tegas Edy Siswanto. maya selviani











