PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Kota Palangka Raya bekerjasama dengan BBPOM Palangka Raya melakukan pembinaan dan pengawasan takjil Ramadan. Dalam rentang waktu seminggu sebelum perhelatan peresmian Pasar Wadai Ramadan telah dilakukan pembinaan terhadap pelaku usaha/pedagang Wadai Ramadan di sejumlah pasar wadai yang dikelola Pemko Palangka Raya.
“Alhamdulillah, pada Kamis (23/4) kami menyaksikan para pedagang telah melaksanakan praktek higiene sanitasi yang baik, mulai dari cara penyajian (jajanan dikemas/dipajang dengan benar, terlindung dari debu dan lalat. Cara menjamahnyapun tidak bersentuhan dengan tangan secara langsung (menggunakan sendok atau sarung tangan). Sehingga dapat mencegah dari cemaran mikroba patogen yang menyebabkan sakit/keracunan,” bebernya Kepala BBPOM Kota Palangka Raya, Safriansyah kepada Tabengan, Jumat (24/3).
Demikian pula penggunaan kemasan yang bersentuhan langsung dengan pangan (kemasan primer) yang digunakan untuk membungkus jajanan menggunakan wadah/kemasan yang memang diperuntukkan mengemas pangan (food grade), tidak lagi menggunakan plastik kresek (plastik dari daur ulang limbah).
Selanjutnya, dikatakan Safriansyah, dari total 80 sampel yang diambil di 8 titik pasar wadai Ramadan, semuanya memenuhi penggunaan bahan tambahan pangan atau tidak menggunakan formalin, boraks, rhodamin B dan methanyl yellow).
“Namun secara terpisah terdapat 1 jenis pangan kerupuk yang dititipkan untuk dijual ke pedagang takjil (bukan dibuat sendiri oleh pedagang takjil) teridentifikasi menggunakan boraks. Selanjutnya kami akan telusuri ke pemasok/produsen kerupuk tersebut,” tandasnya.
Selanjutnya, Safriansyah juga tips memilih jajanan/ wadai Ramadan yang aman. Disebutkannya sebagai berikut; Pilih makanan yang dijual terkemas baik, terhindar dari debu dan lalat. Selanjutnya cek secara fisik kondisi pangannya (pilih yang tidak terjadi perubahan bau, rasa, warna dari kondisi normalnya), karena jika terjadi perubahan bau, rasa, warna dari normalnya berarti sudah terjadi aktivitas bakteri pembusuk, berbahaya untuk dikonsumsi.
“Pilih jajanan/wadai atau minuman yang tidak berwarna terang/ngejreng (biasanya merupakan ciri-ciri pewarna tekstil yang berbahaya untuk dikonsumsi),” tegasnya. dsn











