Spirit Kalteng

TALKSHOW-Teras: Jangan Jadi Pengawal, Jadilah Pelaku Utama

21
×

TALKSHOW-Teras: Jangan Jadi Pengawal, Jadilah Pelaku Utama

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA TALK SHOW -Agustin Teras Narang ketika menjadi narasumber pada kegiatan Talk show yang mengangkat tema terkait dengan masalah pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), dari pulau jawa, keluar pulau jawa.
ISTIMEWA
TALK SHOW -Agustin Teras Narang ketika menjadi narasumber pada kegiatan Talk show yang mengangkat tema terkait dengan masalah pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), dari pulau jawa, keluar pulau jawa.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Palangka Raya, menggelar talk show, dimana Senator Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustin Teras Narang, diminta sebagai narasumber pada kegiatan tersebut. Talk show mengangkat tema terkait dengan masalah pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), dari pulau jawa, keluar pulau jawa.

Anggota Dewan Perwakilan daerah (DPD) RI daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng ini, menjelaskan, wacana pemindahan IKN sudah berlangsung sejak era Soekarno, atau yang akrab disapa Bung Karno. Bung Karno pernah menginginkan Palangka Raya menjadi pengganti Jakarta. Selanjutnya, kepemimpinan berikutnya mulai dari Presiden Soeharto, hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, juga berkeinginan memindahkan IKN ke wilayah Jawa Barat.

Barulah, jelas Teras Narang, pada kepemimpinan Joko Widodo, pemindahan IKN benar-benar direalisasikan. Pemindahan ini adalah kebutuhan, di tengah situasi Jakarta yang semakin kompleks. Pemindahan IKN ini jelas bukan hal biasa, ini adalah langkah besar untuk membangun keberlanjutan pembangunan.

Teras Narang mengatakan, sampaikan bahwa pemindahan IKN jadi peluang, sekaligus tantangan bagi Kalteng. Kita perlu melihat, apakah kita siap menyongsong peluang dan tantangan ini. Kehadiran IKN, akan membawa kita pada banyak tantangan.Tantangan internal yang dihadapi, bagaimana mengoptimalkan keberadaan dari sumber daya manusia (SDM), dan sumber daya alam (SDA) di Kalteng. Terlebih hari ini telah terjadi shifting, atau pergeseran tren global dengan hadirnya disrupsi yang membuat kita secara eksternal semakin punya tantangan besar.

Hadirnya pengetahuan dan teknologi, lanjut Teras Narang, halutama secara global terkhusus di Kalteng mesti segera berbenah agar tidak lagi tertinggal. Berdasarkan data yang dimiliki, untuk akses internet atau teknologi informasi di Kalteng, hanya lebih kurang 60 persen masyarakat kita yang bisa dijangkau.

Dari sisi SDM, Gubernur Kalteng Periode 2005-2015 ini menguraikan, baru segelintir saja yang siap, dan mampu menghadapi tantangan nasional serta global. Ada banyak pekerjaan besar yang masih harus dikerjakan untuk membuat elemen pendidikan dan kesehatan di Kalteng bisa mendongkrak mutu SDM kita. Gerakan mahasiswa, khususnya GMNI yang ada di Kaltenguntuk bergerak. Peran GMNI dalam menyiapkan SDM yang unggul, perlu dilakukan dengan semangat kolaborasi, gotong royong, bersama elemen masyarakat lain termasuk dengan pemerintah daerah.

Dari sisi teknologi informasi, Teras Narang sampaikan, bagaimana pun mesti dikuasai oleh generasi muda Kalteng agar siap masuk dalam era revolusi industri 4.0, dan bahkan society 5.0. Perubahan yang sudah hadir di depan mata ini mesti dihadapi, dan dikuasai oleh generasi muda termasuk mereka yang berdinamika di GMNI. Kita mesti memainkan peran sebagai pelaku utama dalam proses bermasyarakat dan bernegara. Kita harus meningkatkan kapabilitas kita, kompetensi kita, serta kapasitas kita.

Adanya pemindahan IKN, sekali lagi Terasa Narang sampaikan, peluang sekaligus tantangan bagi kita. Berbagai kondisi internal dan eksternal ini, diharapkan akan jadi pedoman, acuan bagi generasi muda khususnya kader GMNI di Kalteng. Agar generasi muda kita dapat menjadi pionir dan pandu dalam menyongsong IKN. Hadirnya IKN, serta tahun politik yang semakin menghangat jelang Pemilu dan Pilkada, peran generasi muda khususnya GMNI pun semakin ditantang un

 Berperan bukan sebagai pengawal, Teras Narang mengingatkan, sebaliknya menjadi pelaku utama yang memainkan perubahan. Mari generasi muda khususnya kader GMNI agar hilangkan kesombongan dan keangkuhan. Mari buka telinga untuk mendengar dengan baik, melihat dengan baik, dan melakukan aksi perubahan dengan baik. Bagaimana pun kepandaian kita tidak berarti apa-apa bila kita tidak punya kerendahan hati dan kesiapan belajar menghadapi tantangan yang ada.

“Saya juga menitip pesan 5K pada kader GMNI. Pertama agar mereka bersikap Kritis, termasuk terhadap lingkungan dan kondisi daerah kita. Sikap kritis menjadi harapan kita bersama. Kedua, agar kader GMNI selalu berpikir Konstruktif dan membangun kebaikan bersama. Ketiga, agar konstitusional sehingga dalam pergerakannya, GMNI senantiasa taat pada hukum dalam kekritisan dan aksi konstruktifnya. Keempat, Kebersamaan atau gotong royong menjadi kata kunci bagi kita menghadapi tantangan IKN. Berikutnya, Kesantunan menjadi penting baik dalam komunikasi maupun dalam aksi-aksi perubahan kita,” tambah Teras Narang.

Semangat 5K, ungkap Teras Narang, hendaknya menjadi pemacu semangat kader GMNI yang merayakan Dies Natalis ke-69. Pesan dan semangat 5K ini juga ditujukan bagi generasi muda Kalteng, agar bersama menyiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk menghadapi dampak dari pemindahan IKN ke Kalimantan. Amun dia wayah tuh, pea hindai? Amun dia itah, eweh hindai? Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?.ded

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *