PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengimbau kepada masyarakat agar tetap mengedepankan prokes saat berbuka puasa bersama, mengingatkan saat ini sekalipun PPKM telah dicabut, tetapi situasi masih dalam masa peralihan pandemi ke arah endemi.
Kepada Tabengan, Senin (27/3), Emi mengatakan bahwa yang utama adalah selalu mencuci tangan dengan baik dan benar. Selain itu, ditegaskan bahwa Tim Satgas belum dibubarkan oleh Pemerintah Pusat. Saat ini, Tim Satgas masih berada di BPBD dan masih melakukan fungsinya menyosialisasikan pencegahan Covid dengan menerapkan prokes seperti mencuci tangan dan menggunakan masker.
“Euforianya memang sudah bebas, paling tidak saat ini kita masih mengimbau agar memakai masker. Kita tahu bahwa PPKM kemarin dicabut dan untuk disiplin protokol kesehatan sudah ditiadakan, artinya kita saat ini hanya bisa mengimbau saja. Paling tidak, untuk menjaga kesehatan di masing-masing individu. Bagi yang sakit batuk pilek tetap memakai masker. BPBD juga terus melakukan sosialisasi kepada kerumunan-kerumunan agar tetap mencuci tangan dan menggunakan masker,” ujarnya.
Terkait aturan berbuka puasa bersama untuk para pejabat, disebutkan Emi, merujuk pada SE yang dikeluarkan Pemerintah Pusat. Sebagaimana diketahui bahwa belum lama ini, Pemerintah Pusat mengeluarkan Surat Edaran (SE) Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Nomor 38/Seskab/DKK/03/2023 tentang penyelenggaraan buka puasa bersama yang ditandatangani oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung (21/3).
Adapun beberapa alasan seperti yang disampaikan oleh Presiden RI Jokowi terkait larangan buka puasa bersama 2023 bagi pejabat dan pegawai ASN antara lain.
Pertama, penanganan Covid-19 saat ini dalam transisi dari pandemi menuju endemi, sehingga masih diperlukan kehati-hatian. Selanjutnya, sehubungan dengan hal tersebut, pelaksanaan buka puasa bersama pada bulan suci Ramadan 1444 Hijriah agar ditiadakan. Kemudian Menteri Dalam Negeri agar menindaklanjuti arahan tersebut di atas kepada para gubernur, bupati dan wali kota.
Emi juga mengatakan bahwa berdasarkan data yang tercatat BPBD diketahui Cumulative Suspect sebanyak 1285 pasien, Cumulative Confirmed ada 19.205 pasien, negatif 1.093 pasien, sembuh 18.631 pasien dan meninggal 567 pasien. dsn/istimewa











