PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggelar rapat kerja bersama dengan mitra kerja, yakni Kementerian Pertanian. Hadir secara langsung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rapat kerja yang berlangsung pada Senin (10/4), di Jakarta. Agenda yang menjadi sorotan Senator Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang, masalah pertanian di Kalteng.
Teras Narang mengatakan, di Kalteng terdapat program food estate atau lumbung pangan, yang melibatkan sejumlah wilayah di Kalteng. Kewenangan terkait pertaniannya ada pula di Kementerian Pertanian. Di Kalteng lokasi pertanian ada di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau.
Teras Narang sangat mengapresiasi dan menghargai respons positif beliau atas catatan dari daerah. Soal food estate di wilayah Tambun Bungai, menurut Mentan tidak mudah di tengah berbagai tantangan. Diakui, ada beberapa kegagalan dan ini disebut tidak menghentikan upaya perbaikan dan pembenahan atas program ini. Mengingat bagaimana pun lahan pertanian Indonesia sendiri dinilai masih belum memadai dengan luasan lahan baku sawah sekitar 7 hektare.
”Tidak saja masalah food estate yang dilakukan pembahasan bersama. Saya menagih janji Mentan pada masyarakat Pandih Batu terkait alsintan, serta aspirasi masyarakat tani Kalteng yang selama ini saya catat. Mengingat mereka berencana melakukan ekstensifikasi untuk lahan tidur ribuan hektare yang juga potensial dikencangkannya,” kata Gubernur Kalteng periode 2005-2015, atas hasil rapat kerja dengan Kementan, via WhatsAapp, Selasa (11/4).
Bagaimana pun, lanjut Teras Narang, pertanian merupakan tulang punggung perekonomian. Kementerian Pertanian kiranya dapat memberi perhatian pula pada petani milenial, agar mereka tak hanya jadi penonton, tapi jadi pemain utama. Aspek pendidikan dan pelatihan diperlukan sungguh untuk melahirkan generasi baru di sektor pertanian.
“Kami juga dalam waktu dekat akan membahas bersama aspirasi daerah secara teknis. Semoga di tengah banyak agenda Kementerian Pertanian secara nasional dan tantangan yang lahir karena situasi global, akan ada perhatian pada masyarakat tani, khususnya Kalimantan Tengah dalam waktu-waktu dekat ini,” katanya.
Catatan lain yang juga sangat penting, tambah Teras Narang, beberapa waktu lalu terjadi bencana banjir besar yang berdampak pada program Kementerian Pertanian ini. Sehingga ia meminta perkembangan dampak banjir tersebut pada pertanian daerah Kalteng.
Teras Narang menyampaikan, hasil pantauan di lapangan, food estate tanpa kita sadari telah menimbulkan ketimpangan perhatian di sektor pertanian daerah. Masyarakat tani di luar wilayah food estate merasa perlu diberi perhatian. “Menyeimbangkan potensi pengembangan pertanian food estate dan di luar food estate saya kira penting. Bagus bila bisa diintegrasikan,” kata Teras.
Teras Narang mengungkapkan, sinergitas antara kementerian dan daerah pada akhirnya bisa tercapai. Sebagaimana saya selalu ingat dulu sebagai kepala daerah, menteri pertanian selalu menekankan aspek sinergitas ini. ded











