+20.783 Pemudik Melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai
+8.625 Pemudik Melalui Pelabuhan Sampit
+2.535 Pemudik melalui Bandara Tjilik Riwut
PANGKALAN BUN/SAMPIT/PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Hingga H – 1 Idul Fitri 1444 Hijriah, jumlah pemudik yang telah keluar dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mencapai 20.783 Jiwa. Seluruh pemudik diangkut 4 operator kapal sebanyak 37 call (kunjungan kapal).
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pelabuhan Panglima Utar Kumai Hary Suryanto menyampaikan, untuk tahun ini jumlah pemudik dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Kendal Jawa Tengah, mengalami kenaikan di banding tahun sebelumnya.

MUDIK- Ribuan pemudik yang berangkat menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotim untuk bertolak ke Pulau Jawa telah diberangkatkan pada Kamis (20/4) siang
“Armada angkutan dari 4 operator kapal sebanyak 12 armada, yakni PT Pelni sebanyak 5 armada, PT DLU sebanyak 5 armada dengan tambahan 2 yakni Dharma Kencana III dan KM. Kirana III, PT. Borneo Lautan Sejahtera ada 1 armada dan ASDP ada 1 armada dengan tambahan sebanyak 1,” kata Hary Suryanto.
Sementara itu, lanjutnya, untuk jumlah Kunjungan Kapal sebanyak 37 call dengan rincian, PT Pelni sebanyak 12 call, PT. DLU 17 call, PT. Borneo Lautan Sejahtera 4 call dan ASDP sebanyak 4 call.
“Dari seluruh armada tersebut secara keseluruhan untuk jumlah kapasitas sebanyak 22.956 penumpang, dan jumlah dispensasi untuk angkutan mudik sebanyak 8.614 penumpang sehingga total keseluruhan kapasitas yang tersedia untuk pemudik sebesar 31.566 penumpang,” ujar Hary Suryanto.
Dimana kata Hary, hingga mulai H – 15 sampai dengan H – 1 Idul Fitri 1444 Hijriah, jumlah penumpang yang terangkut mencapai 20.783, angka itu mengalami kenaikan sebesar 65,84 persen dari tahun sebelumnya.
Sementara itu Kepala Kantor Cabang PT Pelni Pangkalan Bun Kumai Rony Abdullah menjelaskan, data penumpang sampai dengan tanggal 20 April 2033, untuk penumpang yang naik dari pelabuhan Panglima Utar Kumai mencampai 12397 jiwa, dan angka tersebut mengalami kenaikan 34,60% dari tahun 2022. Begitu juga untuk jumlah penumpang yang turun mencapai 1726 jiwa,dan angka itu mengalami kenaikan sebesar 75,41% dari tahun 2022.
Kepala kantor PT DLU Cabang Kumai Agus Supriyanto menyampaikan juga, untuk jumlah penumpang yang menggunakan armada PT DLU sejak H – 15 sampai dengan H – 1 Idul Fitri 1444 Hijriah sebanyak 11.338 jiwa.

MUDIK- Pemudik yang melalui bandar udara Tjilik Riwut.
“Untuk jumlah penumpang mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2022 sebesar 10.204 jiwa, tahun ini mencapai 11.338 jiwa,” ujar Agus Supriyanto.
Agus juga menambahkan, untuk jumlah kunjungan kapal di tahun ini ada 17 Kunjungan dan pada tahun sebelumnya sebanyak 14 call. Sementara itu pada tahun ini jumlah penumpang paling terbanyak dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebanyak 6.436 jiwa yang terangkut dengan 10 trip/kunjungan. Untuk penumpang tujuan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sebanyak 4.902 jiwa yang di angkut oleh 7 trip.
“Pada tahun 2022 lalu, penumpang terbanyak denah tujuan ke semarang sebesar 6.709 jiwa yang diangkut sebanyak 8 trip dan penumpang ke Surabaya sebesar 3.495 penumpang dengan jumlah 7 trip, pemudik di tahun ini mengalami kenaikan sebesar 9 persen,” beber Agus Supriyanto.
8.625 Penumpang Kapal Tinggalkan Sampit
Ribuan pemudik yang berangkat menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk bertolak ke Pulau Jawa telah diberangkatkan pada Kamis (20/4) siang.
Berdasarkan pantauan Tabengan di lapangan, terdapat dua kapal yang terdiri dari Kelimutu milik PT Pelni dan kapal kartika 3 milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang mengangkut pemudik.
Untuk Kelimutu sendiri mengangkut sekitar 1400 penumpang dengan tujuan dari Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Mas Semarang sekitar pukul 14.00 WIB. Sementara Kartika 3 mengangkut 560 penumpang berangkat lebih awal pada pukul 12.00 WIB, dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Selain itu, penumpang juga terpantau berebut naik ke atas kapal untuk segera mendapatkan tempat tidur. Akibat situasi tersebut membuat sejumlah petugas sedikit kewalahan.
“Hari ini merupakan kapal terakhir arus mudik moda transportasi laut. Meski ditemukan sejumlah penumpang yang nyaris gagal berangkat karena memesan tiket melalui perantara, tapi persoalan ini akhirnya dapat teratasi, ” ucap Kepala KSOP kelas III Sampit Capt Miftakhul Hadi.
Miftakhul menambahkan pemudik di tahun ini mengalami peningkatan sedikitnya 16 persen dari tahun 2022 lalu. Sejak H-15 hingga saat ini ada sebanyak 8.625 pemudik yang diberangkatkan.
Jalur Udara 2.535 Orang Tinggalkan Palangka Raya
Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya Ardha Wulanigara melalui Staffnya mengatakan bahwa arus mudik melalui jalur udara di dominasi tujuan ke Jakarta dan Surabaya. Kamis (20/4)
Selanjutnya, disebutkan pula bahwa puncak arus mudik menggunakan jasa transportasi pesawat terjadi di hari rabu (19/4) kemarin, dengan total penumpang 2.535 orang dan 22 pergerakan pesawat.
Lebih lanjutnya disebutkan pula bahwa jika melihat jadwal penerbangan/Kamis (20/4) untuk jumlah penumpang diprediksi masih di angka 2000an orang.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kalteng, Yulindra Dedy menyampaikan sesuai data yang tercatat dalam laporan angkutan lebaran 1444 Hijriah bahwa pada Rabu (19/4) jumlah penumpang melalui jalur darat, untuk pemberangkatan di terminal WA Gara sedikitnya ada 828 penumpang dan untuk kedatangan diangka 699. Dengan tingkat kepadatan untuk pemberangkatan 132,27 persen dan kedatangan 111,66 persen.
Sedangkan diterminal Natai Suka Pangkalan Bun/Rabu (19/4) sedikitnya 418 penumpang berangkat dan 479 penumpang datang. Dengan tingkat kepadatan penumpang berangkat 97,21 persen dan penumpang datang 111,40 persen.
Begitu pula dengan terminal Sanggu Buntok/Selasa (18/4) penumpang berangkat tercatat ada 60 penumpang dan keberangtakan ada 28 penumpang. Dengan tingkat kepadatan pada keberangkatan 100 persen dan kedatangan 46,67 persen.
Selanjutnya untuk jalur laut di Pelabuhan P. Utar Pangkalan Bun tercatat/Rabu (19/4) penumpang keberangkatan sedikitnya 2466 dan kedatangan 178. Dengan tingkat kepadatan dipembrangkatan 96,22 persen dan kedatangan 8,00 persen.
Sedangkan pelabuhan Sampit/Senin (17/4) tercatat hanya ada penumpang kedatangan dengan jumlah 288 penumpang. Dengan kepadatan penumpang datang 19,78 persen.
Untuk Pelabuhan Bahaur, hanya tercatat pemberangkatan terdapat 669/Sabtu (15/4). Yulindra Dedy juga menambahkan, untuk penumpang melalui jalur udara/Rabu (19/4) tercatat bahwa ada sedikitnya 1501 penumpang pemberangkatan dan 965 penumpang datang. Dengan tingkat kepadatan pemberangkatan 122,23 persen dan 78,58 persen kedatangan.
Sementara itu, penumpang di Bandar H.Asan Sampit/Rabu (19/4) tercatat 270 pemberangkatan dan 174 kedatangan. Dengan kepadatan 140,63 persen pemberangkatan dan 90,63 persen kedatangan.
Begitu pula Bandara Iskandar Pangkalan Bun/Rabu (19/4) tercatat ada 1029 penumpang berangkat dan 748 penumpang datang dengan kepadatan pemberangkatan sebesar 148,92 persen dan kedatangan 103,89 persen.dsn/c-prs/c-uli











