PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Presiden RI Joko Widodo melakukan peninjauan secara langsung terkait jalan rusak di Provinsi Lampung yang sempat viral. Hasil peninjauan tersebut, diputuskan Pemerintah Pusat yang mengambil alih penanganannya. Bahkan, Jokowi mengalokasikan anggaran senilai Rp800 miliar lebih untuk penanganan jalan tersebut.
Sikap dan keputusan Presiden Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, mendapat respons tajam dari Senator Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang. Sikap Pemerintah Pusat yang seperti “pemadam kebakaran” ini dikhawatirkan dapat memicu kecemburuan dari daerah lain.
Sikap Pemerintah Pusat ini, lanjut Teras Narang, dapat menjadi preseden buruk atas wibawa pemerintah itu sendiri di masa yang akan datang. Aksi Pemerintah Pusat mengambil alih penanganan jalan rusak, yang bukan kewenangannya, dapat menimbulkan kecemburuan ataupun kekecewaan dari daerah lain yang menghadapi kondisi yang sama.
“Sikap pemerintah yang mengambil alih proyek perbaikan jalan yang sudah lama rusak dari pemerintah daerah, akan menimbulkan kecemburuan bagi daerah-daerah lain yang mempunyai problema yang sama. Malahan lebih parah. Sebentar lagi prediksi saya, banyak netizen daerah yang mencontoh kejadian di Lampung,” kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng ini, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Minggu (7/5).
Teras Narang berharap, sistem pemerintahan NKRI dan spirit otonomi daerah dengan desentralisasinya, tidak terganggu oleh sikap pemerintah tersebut.
Apalagi, menurut pakar organisasi sosial Universitas Indonesia (UI) Meuthia Ganie Rochman, kuatnya pragmatisme masyarakat dalam berpolitik serta kuatnya promosi program populis dari para pemimpin. ded











