Spirit Kalteng

Perumahan Prajurit TNI Diduduki Paksa, Developer Lapor Polisi 

32
×

Perumahan Prajurit TNI Diduduki Paksa, Developer Lapor Polisi 

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/FERRY WAHYUDI MELAPOR- Tuti, developer perumahan ditemani pengacara April Napitupulu dan warga usai melapor ke Ditreskrimum Polda Kalteng. 

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Tiga unit rumah milik prajurit TNI diduduki paksa oleh sekelompok oknum yang mengaku memiliki lahan di Jalan Arlansyah, Tjilik Riwut Km 9, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.

Mirisnya, pengrusakan dan pembobolan rumah dilakukan saat pemilik rumah tengah berdinas di Papua.

Tuti, developer perumahan, mengatakan, jika perumahan yang dibangunnya tersebut merupakan Tabungan Wajib Prajurit (TWP). Aksi pengrusakan telah terjadi sebelum Hari Raya Idul Fitri 1444 H yang diduga dilakukan oleh HE Cs.

“Saat ini ada lima rumah yang sudah dirusak dan dikuasai oleh HE Cs. Tiga rumah merupakan milik prajurit TNI yang kini tengah bertugas di Papua karena masuk dalam satgas PAM,” katanya didampingi pengacara April Napitupulu, saat di Polda Kalteng, Jumat (19/5).

Ia menerangkan, jika lahan tersebut telah dimenangkan oleh pihaknya sesuai dengan putusan dari Mahkamah Agung pada 2017 lalu. Berdasarkan putusan tersebut, maka pada 2018 ia membangun perumahan TWP.

Dijelaskan, awal gangguan bermula ketika HE tiba-tiba datang ke perumahan dan mengaku sebagai pemilik lahan dengan menunjukkan SPT yang ditandatangani oleh RT pada tahun 1992.

Namun saat dilakukan pemeriksaan, surat yang ditunjukkan memiliki kejanggalan karena lokasinya yang berbeda RT.

“Karena janggal dan salah, tidak saya gubris. Tiba-tiba Minggu kemarin ada rumah yang dirusak, pintu dicongkel dan rumahnya diduduki paksa oleh pihak HE Cs,” ungkapnya.

Tuti pun mengaku kini telah melaporkan peristiwa tersebut ke Ditreskrimum Polda Kalteng dengan sangkaan pengrusakan.

“Laporan ini kita maksudkan agar tidak ada gangguan lagi di perumahan dan warga bisa kembali tenang,” tuturnya.

Sementara itu, Siti, salah satu pemilik rumah, menuturkan, jika gangguan dialaminya pada Minggu, 14 Mei 2023 kemarin. Saat itu beberapa pria datang ke rumahnya dan mencoba membuka pintu.

Kebetulan dirinya dan suami berada di dalam rumah. Karena mendengar adanya obrolan dari beberapa pria, ia pun keluar dan membuka pintu.

“Setelah saya keluar, saya tanya kenapa mencoba membuka pintu. Kemudian pria itu pergi ke rumah sebelah,” terangnya.fwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *