*Terancam Tidak Bisa Gelar Musorprovlub
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Christian Sancho menyampaikan sampai saat ini KONI tidak ada anggaran, baik hibah dari pemerintah maupun pihak lainnya.
Sancho sudah menyampaikan kepada KONI kabupaten/kota bahwa dirinya sebagai pelaksanaan tugas ketua unum KONI Provinsi Kalteng sampai dengan akhir Agustus 2023. Salah satu tugas pokoknya mempersiapkan semua kegiatan agenda KONI Provinsi Kalteng, menyiapkan Musyawarah Olahraga Luar Biasa (Musorprovlub).
“Sampai sekarang agenda yang harus dijalankan mempersiapkan Musprovlub untuk memilih Ketua Umum KONI Provinsi Kalteng definitif. Tapi untuk melaksanakan kegiatan ini tanpa dukungan dana hibah, bagaimana kita melaksanakannya. Jadi pada intinya sampai sekarang kita cuma menunggu,” kata Sancho, Jumat (19/5).
Langkah-langkah yang telah dilakukan Sancho, sudah menyurati ke Sekda ingin beraudiensi dengan Gubernur untuk menyampaikan beberapa hal menyangkut KONI. Terutama kalau KONI tidak ada anggaran bagaimana bisa melaksanakan agenda kegiatan, seperti Porprov maupun Musprovlub karena terbentur dengan dana.
Sementara itu, Sancho menepis isu KONI Kalteng tidak kondusif, sebaliknya KONI Kalteng kondusif dan tidak ada masalah. Terkait dengan anggaran Sancho kembalikan ke Pemprov, KONI sekarang legal standing sudah jelas karena sudah memiliki Plt Ketua Umum, sehingga bisa diakomodir supaya anggaran bisa disalurkan pemerintah.
“Kalau mengenai dana kita tanyakan ke Pemerintah Daerah, sampai sejauh mana mereka berkomitmen memajukan olahraga Kalteng, yang juga harus diperhatikan semua pihak yang terkait, dari pemerintah, Gubernur, Sekda dan Dispora. Kalau KONI sebagai mitra, bagaimana KONI bisa jalan tanpa ada dukungan dana. KONI Sudah melakukan upaya, ingin bertemu dengan pemerintah, Gubernur, sudah bersurat melalui Sekda,” kata Sancho.
Menyikapi anggaran KONI yang tidak ada ini, lanjut Sancho, secara administrasi tetap memanggil beberapa staf yang masih diberdayakan, namun masih tidak mendapatkan bayaran.
Sementara kepada pengurus KONI Provinsi Kalteng, Sancho menekankan jangan mengharapkan uang kehormatan karena memang tidak ada anggarannya. Operasional KONI seperti biaya listrik dibayar dengan anggaran pribadinya setiap bulannya.
Dirinya berterima kasih kepada beberapa pengurus yang masih aktif di KONI dan tetap bekerja, meskipun biaya masih angan-angan, kalau ada anggaran disyukuri. Namun, kalau pun tidak ada anggaran Sancho menegaskan inilah keberadaan KONI. Sancho berharap ke depan bisa menemukan pimpinan yang memiliki komitmen untuk memajukan olahraga Kalteng ke depannya. yml











