PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati jalan-jalan dalam Kota Palangka Raya, Rabu (24/5). Sejak pagi hingga siang, mereka tak beranjak ingin menyaksikan iring-iringan pawai. Meskipun acara sempat molor 2 jam, penonton tetap antusias menunggu di tepi jalan.
Karnaval Budaya Isen Mulang yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Ke-66 Provinsi Kalteng kali ini memang terlihat sangat ramai. Puluhan mobil hias peserta, bahkan sejak Selasa (23/5) malam, sudah banyak yang standby di lokasi.
Pemandangan unik dan menarik di sepanjang jalan protokol, utamanya di Jalan Yos Sudarso ini tentu saja menyedot perhatian setiap orang yang melintas. Makanya tak heran, ketika pagi harinya masyarakat yang datang pun berjubel ingin menyaksikan karnaval tersebut.
Sebagaimana disebutkan oleh MC yang memandu acara, karnaval ini diikuti sedikitnya oleh 81 peserta, terdiri dari unsur SOPD 46, kabupaten/kota 14 dan dari masyarakat umum 21. Sementara total hadiah yang disediakan sebesar Rp156 juta.
Di lokasi karnaval, Ketua Komunitas Pecinta Sepeda Tua (Pesat) Kota Palangka Raya Agus Pramono mengatakan, Komunitas Pesat juga hadir untuk turut memeriahkan dan mengikuti Pawai Budaya Isen Mulang rangkaian HUT Ke-66 Provinsi Kalteng.
“Peserta yang ikut, kita samakan sejumlah 66 orang. Terdiri dari sepeda ontel dan wilis. Hadir dengan berpakaian keberagaman. Ada yang menggunakan sorjan lurik, ada yang menggunakan seragam TKR, ada juga yang menggunakan pakaian adat dan warog. Kolaborasi antara semua suku pakaian adat di Indonesia, Pesat menampilkan pada hari ini,” katanya saat dibincangi Tabengan.
Tidak ketinggalan Sriharianto, sebagai Pembina dan Penasihat Pesat Kalteng. Dia mengatakan, di ulang tahun Kalteng ke-66 ini, keluarga Pesat ingin juga merasakan dan berbagi kegembiraan bersama segenap masyarakat Kalteng yang ada.
“Karena di Pesat ini adalah Ontelis Nusantara dari berbagai daerah. Jadi untuk memeriahkan ini kita menyambut gembira ulang tahun Kalteng ke-66,” ujarnya.
Salah seorang warga Palangka Raya, Mira mengaku sebagai warga dirinya juga turut senang. Karena selama 2 tahun pandemi, kegiatan karnaval ditiadakan.
“Senang juga bisa mengadakan pawai seperti ini. Hiburan untuk masyarakat Kota Palangka Raya dan mengenal budaya,” tutur Mira.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng Adiah Chandra Sari menyampaikan, semua lomba, kegiatan, atau apapun yang dilaksanakan dalam Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) ini ke depan akan dilakukan evaluasi. Tujuannya, lomba dalam kegiatan FBIM ke depannya semakin lebih baik lagi. Setiap cabang lomba dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan banyak pihak terkait, dalam upaya mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Semua ajang lomba, ungkap Adiah, tidak saja menjadi hiburan bagi masyarakat. Tapi juga mengingatkan kita bersama, ada begitu banyak keberagaman budaya, seni, sampai adat istiadat yang harus bersama dijaga, dirawat dan dipelihara. FBIM menjadi wadah untuk melakukan itu semua.dsn/ded











