PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Peralihan musim menuju kemarau perlu diwaspadai. Apalagi saat ini di Kalteng tengah gencar dalam deteksi, pencegahan hingga penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, khususnya Pusdalops Provinsi, untuk hotspot (titik panas) per 30 Mei 2023 ada 341 titik yang tersebar di Kalteng.
Selain itu, untuk kejadiannya sendiri berjumlah 46 dengan luasan karhutla 68,13008 hektare. Rinciannya terkait hotspot terlihat ada beberapa kabupaten yang berpotensi memiliki banyak titik, seperti Kabupaten Katingan ada 133 titik, Kotim 182, Seruyan 120 dan Sukamara 134.
Untuk kejadian karhutla sendiri yang terbanyak ada di Palangka Raya 20 kejadian, Kobar 30 dan Barut 25. Sementara luasannya didominasi oleh dua wilayah, yaitu Palangka Raya 9,91008 ha dan Kobar 118,003 ha.
Berkaitan dengan itu, Pemprov Kalteng telah menetapkan 35 pos lapangan pengendalian karhutla yang tersebar di 8 kabupaten dan 1 kota.
Menurut Plt Kalakasa BPBPK Kalteng Ahmad Toyib, Poslap Satgas Pengendalian Karhutla Kalteng 2023 mulai diaktivasi secara serentak pada 31 Mei 2023 sampai 27 Oktober 2023. Pengaktifan itu diwujudkan melalui apel bersama jajaran BPBPK Kalteng di Pusdalops Provinsi.
“Di awal 2023 sampai saat ini tim relawan karhutla sudah berjibaku melakukan pemadaman karhutla. Diharapkan kepada tim relawan satgas pengendalian karhutla agar tetap menjaga kekompakan, saling berkoordinasi, utamakan keselamatan, memetakan potensi bencana, sehingga setiap langkah yang diambil penuh dengan perhitungan dan mampu memperhitungkan risiko yang bisa terjadi. Jika ada masalah di lapangan, agar segera dilaporkan secara berjenjang sampai ke posko,” ujarnya.
Ditambahkannya, selain untuk tugas pengendalian karhutla, Poslap berkewajiban melaksanakan apel setiap hari pada pukul 08.00 WIB dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan kegiatan di lapangan berupa dokumentasi dan foto-foto kegiatan ke BPBPK Kalteng.
BPBPK Kalteng sebagai posko induk Satgas Pengendalian Karhutla juga memberikan dukungan kepada Poslap BPBD Kota Palangka Raya di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Sebangau.
Sebelumnya Ahmad Toyib menyebutkan, berdasarkan hasil kajian risiko bencana 2021-2026, potensi risiko bencana yang ada pada 13 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Kalteng terdapat di 136 kecamatan, dengan klasifikasi risiko rendah sebanyak 41 kecamatan, risiko sedang 8 kecamatan, dan risiko tinggi 87 kecamatan.
Perlu diketahui, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo sebelumnya menegaskan, Gubernur Kalteng juga memberikan atensi penuh terhadap karhutla, yang mana pihaknya sepakat status siaga darurat karhutla.
“Pemerintah Pusat meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan tahun 2023, termasuk menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Tingkat Provinsi,” ujarnya.
Ditambahkan, hingga saat ini, sebanyak 4 kabupaten/kota sudah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla, yaitu Kabupaten Sukamara, Lamandau, Barito Selatan dan Kota Palangka Raya.
Maka, ujar dia, melalui penetapan status siaga, Pemprov Kalteng akan menyampaikan permohonan dukungan ke Pemerintah Pusat berupa operasi pemadaman melalui udara dengan rincian dua Helikopter Waterbombing dan satu Helikopter Patroli.
Selain itu, pihaknya juga memohon dukungan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), dukungan operasional melalui Dana Siap Pakai (DSP) untuk operasi pemadaman darat, yang dilakukan personel Korem 102/Panju Panjung dan Polda Kalteng serta Pangkalan TNI AU Iskandar Pangkalan Bun dan dukungan tambahan tempat penampungan air portabel atau flexible tank sebanyak 28 unit, untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah prioritas rawan karhutla. drn











