Spirit Kalteng

Menteri LHK Kunjungi Kobar

35
×

Menteri LHK Kunjungi Kobar

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANTINI KUNJUNGAN- Menteri LHK Siti Nurbaya saat mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting.

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya bersama delegasi Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), Sabtu (22/7), melakukan kunjungan ke Kabupaten Kotawaringin Barat. Kunjungan tersebut sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Perjanjian Bilateral Kerangka Kerja Indonesia’s Folu Net Sink 2030, Senin (17/7) lalu.

Kedatangan rombongan Menteri LHK disambut langsung oleh Plh Sekda Kobar Juni Gultom di Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Selain ke TNTP, Menteri LHK bersama rombongan juga mengunjungi Istana Kuning Kesultanan Kutaringin.

Dengan menggunakan speedboat, rombongan menuju kawasan TNTP. Agenda pertama, Menteri LHK bersama delegasi USAID melakukan pelepasliaran 2 individu orangutan di Beguruh, Sungai Sekonyer. Orangutan bernama Sydney (jantan, 19 tahun, 61 kg) dan Bella (betina, 26 tahun, 35 kg) masing-masing telah menjalani masa rehabilitasi selama kurang lebih 18 dan 20 tahun sebelum dinyatakan siap untuk dilepasliarkan.

Kemudian rombongan bergeser menuju Pondok Tanggui untuk kembali melepasliarkan 2 individu orangutan bernama Anna (betina, 18 tahun, 45 kg) dan Jay (jantan, 19 tahun, 62 kg).

Usai pelepasliaran 4 individu orangutan, rombongan menuju Tanjung Harapan. Di sana, Menteri LHK dan delegasi USAID melakukan penanaman bibit pohon endemik jenis nyatoh dan kerantungan, yang dilanjut dengan meninjau demplot anggrek dan tumbuhan obat.

Dalam kegiatan itu, Siti Nurbaya juga memberikan nama untuk 6 individu orangutan yang lahir di kawasan TNTP. Empat bayi orangutan berasal dari indukan Salsa, Cheping, Fatimah dan Miki. Sementara 2 bayi orangutan lainnya berasal dari orangutan liar.

Agenda rombongan dilanjutkan dengan tracking menuju lokasi Feeding Tanjung Harapan. Di sana rombongan berkesempatan untuk menyaksikan orangutan menyantap pakan yang telah disiapkan.

Kunjungan kerja Menteri LHK dan delegasi USAID hari itu diakhiri dengan menyusuri Sungai Sekonyer seraya mengamati satwa liar di sepanjang perjalanan dengan menggunakan perahu kelotok wisata.

Pada kunjungannya kali ini, Menteri LHK didampingi oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Satyawan Pudyatmoko, Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE Jefry Susyafrianto beserta para Kepala UPT KLHK di Kalimantan Tengah.

Sementara, delegasi USAID terdiri dari Asisten Administrator Biro untuk Asia Michael Schiffer, Direktur USAID Indonesia Jeffery P Cohen, didampingi 2 orang dari Kedubes AS.

Siti Nurbaya mengatakan, dalam  kunjungannya, Kementerian LHK mengajak delegasi USAID untuk melihat bukti nyata keberhasilan upaya konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati, termasuk melindungi spesies ikonik Indonesia seperti orangutan.

“Kunjungan kami ke TNTP bukan saja melihat kelestarian hutan dalam kawasan konservasi, tetapi juga melihat langsung kesejahteraan masyarakat yang ada disekitarnya. Sebab ini sangat penting, kelestarian tetap terjadi, akan tetapi bukan berarti kita mengusir masyarakat yang ada di dalamnya,” kata Siti Nurbaya saat diwawancarai usai mengunjungi Istana Kuning.

Menurutnya, jika dulu pengelolaan hutan tidak boleh ada orang yang masuk ke hutan. Ada istilah, “Ranting tidak boleh patah dan Nyamuk pun tidak boleh mati”. Untuk saat ini di masa pemerintahan Joko Widodo, pengelola kelestarian hutan tetap mengedepankan kesejahteraan masyarakat. Di Indonesia ini ada sekitar 600 ribu hektare kawasan hutan yang kelola dengan cara kemitraan, karena muaranya untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

Sementara itu, mewakili Penjabat Bupati Kobar, Plh Sekda Kobar Juni Gultom mengatakan, dari kegiatan yang dilakukan Menteri LHK Siti Nurbaya ke TNTP, telah banyak memberikan manfaat bagi kelestarian hutan dan masyarakat. Untuk itu, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri LHK yang telah melakukan kunjungan kerja ke bumi Marunting Baru Aji.  c-uli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *