PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Seorang siswa SMPN 8 Palangka Raya dikabarkan tenggelam di Sungai Kahayan pada Minggu (27/8) sore. Siswa bernama Samsudin (14) itu diduga tenggelam usai bermain di pinggiran Sungai Kahayan bersama temannya. Menerima informasi adanya korban tenggelam, tim Basarnas bersama relawan gabungan langsung melakukan penyisiran dan pencarian.
Yardi (53) orang tua korban, mengatakan jika baru mengetahui jika anaknya tenggelam pada pukul 17.30 WIB. Saat itu dua orang temannya datang ke rumah memberitahu informasi mengejutkan tersebut. “Kemarin keluar rumah pukul 14.30 WIB, dijemput temannya pamit untuk kerja kelompok,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menyebutkan, saat itu anaknya menggunakan baju kaos berwarna hijau dan celana pendek hitam. Korban diketahui tidak mahir dalam berenang. “Anak saya tidak pernah ke sini (lokasi), diajak temannya mungkin,” ujarnya. Pria yang berprofesi sebagai tukang urut itupun berharap tim gabungan bisa menemukan keberadaan anaknya. Pihak keluarga turut membantu proses pencarian, baik menggunakan perahu dan juga cara-cara ritual.
“Ini kami lagi nunggu penyelam datang. Kami meminta dan memohon tim gabungan bisa segera menemukan anak saya,” tuturnya. Yardi menambahkan, jika Samsudin merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Dalam kesehariannya, korban yang kini duduk di bangku kelas II SMP tidak pernah meminta apapun. “Saya tidak ada firasat apapun, hanya saja empat hari sebelum kejadian ini saya membelikan tas, baju, bantal dan celana. Padahal korban tidak pernah minta,” akunya.
Koordinator pencarian Basarnas Palangka Raya, Riwut Cahyo, menerangkan proses pencarian dilakukan hingga radius satu kilometer dari kedua sisi jembatan Kahayan. Proses pencarian turut menggunakan alat pendeteksi di bawah air mengingat untuk kondisi air sungai Kahayan dalam posisi keruh dan zero visibility. “Untuk penyelaman tidak memungkinkan karena jarak pandang nol ke dalam air. Penyelaman bisa kita lakukan jika ada pertimbangan lain namun tetap menggunakan SOP yang ada,” terangnya.
Setelah dilakukan pencarian hingga Senin sore, jenazah Samsudin (14) akhirnya ditemukan. Siswa SMPN 8 Palangka Raya ini ditemukan 500 meter dari posisi tepat dikabarkan tenggelam. Koordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya, Riwut Cahyo Susanto, diwawancarai usai penemuan jenazah, mengatakan korban berhasil ditemukan usai kerja keras yang dilakukan personel gabungan dalam Operasi Search And Rescue (SAR).
Diawali dengan penyisiran yang dilakukan petugas selama berjam-jam memutari aliran Sungai Kahayan menggunakan tiga perahu karet. Jenazah Samsudin yang mulanya tenggelam akhirnya muncul ke permukaan air. “Usai ditemukan, jenazah lalu dibawa ke rumah orangtuanya untuk disemayamkan,” katanya. Ia menerangkan, korban tepat ditemukan sekitar pukul 16.20 WIB dan dalam kondisi meninggal dunia. “Terima kasih kepada warga sekitar teman – teman OPD dan relawan yang telah ikut dalam operasi SAR,” tuturnya. fwa











