Spirit Kalteng

8.506 Titik Panas Terdeteksi di Kalteng

22
×

8.506 Titik Panas Terdeteksi di Kalteng

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan Agustus sampai Sepetember 2023, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mengelar rapat intern bersama instansi terkait yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo, di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Kamis (31/8).

“Data karhutla (kebakaran hutan dan lahan) sampai dengan 30 Agustus 2023, hotspot (HS) terdeteksi sebanyak 8.506. Kejadian karhutla dilaporkan 1.811 kejadian, luas yang ditangani sekitar 5.569,32 hektare,” beber Kepala Pelaksana BPBPK Prov Kalteng Ahmad Toyib.

Sedangkan luas berdasarkan analisis citra oleh Kementerian LHK hingga Juli 2023 seluas 2.948,04 hektare. HS terbanyak di Kabupaten Kotawaringin Timur,  Seruyan dan Kapuas. Kejadian karhutla terbanyak dilaporkan di Kota Palangka Raya, Kabupaten Barito Selatan dan Kotawaringin Timur.

Sedangkan luas karhutla yang ditangani terluas dilaporkan di Kabupaten Kotawaringin Barat, Barito Selatan dan Seruyan. Luas karhutla berdasarkan analisis citra oleh Kementerian LHK, terluas di Kabupaten Sukamara, Kotawaringin Barat dan Seruyan.

Toyib membeberkan data HS mengalami tren peningkatan pada bulan Mei 2023 sampai Agustus 2023. Bahkan untuk bulan Agustus 2023 sudah lebih tiga kali lipat dari total HS bulan Januari sampai dengan Juli 2023.

“Berdasarkan analisis data series HS periode 2016-2019, HS cenderung mengalami peningkatan pada periode bulan Juli sampai dengan November, sehingga dengan adanya peringatan dini kemarau kering dan lebih panjang serta adanya fenomena El Nino, maka kewaspadaan tetap harus ditingkatkan setidaknya sampai dengan November 2023,” ungkap Toyib.

Berdasarkan data karhutla dalam 5 tahun terakhir, emisi CO2 dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Ton CO2e) di wilayah Kalteng tahun 2018 sebanyak 34.182.439, tahun 2019 sebanyak 216.133.847, tahun 2020 sebanyak 2.313.223, tahun 2021 sebanyak 909.031, tahun 2022 sebanyak 160.507, dan tahun 2023 sebanyak 505.511.

Update kondisi ISPU pada 4 kota di Kalteng berdasarkan Pemantauan ISPU terkini melalui Website Sipongi, yaitu Palangka Raya (Kuning-TIDAK SEHAT), Sampit (Kuning-TIDAK SEHAT), Buntok (Biru-SEDANG), dan Pangkalan Bun (Hijau-SEHAT).

Terkait update Kondisi ISPU di Kota Palangka Raya, update terkini kondisi TIDAK SEHAT karena peningkatan komponen NO2 mencapai 113, yang diperkirakan meningkat dalam beberapa jam terakhir. Berdasarkan riwayatnya, NO2 sampai dengan Pukul 23.00 WIB tidak terdeteksi dan komponen kritikal pada tanggal 30 Agustus 2023 terdeteksi yaitu PM2,5. Update Kondisi Parameter Cuaca 5 kota di Kalteng Parameter Cuaca kritikal yaitu Jarak Pandang (Visibility) masih aman, lebih dari 8 km.

Aktivasi Pos Lapangan Satgas Pengendali Karhutla 2023, Aktivasi Pos Lapangan Satgas Pengendali Karhutla didasarkan pada Kecamatan Risiko Tinggi Karhutla (KRB 2021-2026). Prioritas provinsi yaitu pada kabupaten yang terdapat gambut dan memperhatikan riwayat kejadian Karhutla beberapa tahun terakhir.

“Pada tahun 2023, kabupaten prioritas yang didukung ada delapan kabupaten/kota, yaitu Barito Selatan, Kapuas, Pulang Pisau, Palangka Raya, Katingan, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Sukamara, dengan total kecamatan sebanyak 70 kecamatan. Pemilihan kecamatan ini telah diusulkan oleh BPBD Kabupaten/Kota dan 35 Pos Lapangan, dukungan provinsi diaktivasi pada 31 kecamatan,” pungkas Toyib. dre

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, karhutla terus masif terjadi di Kota Palangka Raya. Hingga kemarin, telah terjadi 210 kali karhutla seiring musim kemarau yang terjadi.

Dalam satu pekan saja untuk seminggu terakhir, wilayah Kota Palangka Raya dikepung karhutla di berbagai titik. Terparah berada di Jalan Danau Sari- Jalan Petuk Ketimpun. Tim Satgas Karhutla terus berfokus melakukan pemadaman dibantu instansi terkait.

Disebutkan, periode Januari-Agustus 2023 ini sudah terjadi ratusan kasus kebakaran lahan dengan luasan yang terbakar mencapai 153,71 hektare (Ha). Khususnya pada Agustus ini, karhutla di Kota Palangka Raya sedang marak-maraknya terjadi. Data yang diperoleh, sudah ratusan kejadian dengan total luasan terbakar 108,63 hektare.

“Kejadian karhutla paling banyak  di Kecamatan Jekan Raya sebanyak 121 kali, Pahandut 34 Kali, Sebangau 50 kali, Bukit Batu 5 kali dan Kecamatan Rakumpit nol atau nihil kejadian Karhutla,” katanya, Jumat (1/9). dre/fwa

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *