Spirit Kalteng

Masih ada 50.168 Hotspot di Kalteng

33
×

Masih ada 50.168 Hotspot di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Kapolda kalteng ketika meninjau Karhutla

+BMKG: Guyuran Hujan Faktor TMC

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Berminggu-minggu merasakan panasnya cuaca dengan diselimuti asap, akhirnya Kalimantan Tengah bagian tengah, khususnya Kota Palangka Raya, Katingan, Kapuas dan Pulang Pisau melepaskan dahaga lewat guyuran hujan pada Minggu (9/10) malam hingga Senin (10/10) dini hari.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalteng Lian Adriani mengatakan, hujan di Kota Palangka Raya kemarin merupakan faktor Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) serta didukung adanya awan produksi. Hal itu menyebabkan hujan lebat.

“Turunnya hujan ini dikarenakan adanya kegiatan (TMC) dari pihak satgas udara, ditambah adanya awan produksi, membuat beberapa wilayah Kalteng bagian tengah seperti  Palangka Raya, Katingan, Kapuas Pulang Pisau diguyur hujan lebat tadi malam,” katanya dikonfirmasi via WhatsApp, Senin.

Ia menjelaskan, hujan lebat disertai petir karena cuacanya yang cukup basah, sehingga pertumbuhan awan-awan hujan juga cukup tinggi akibat penyemaian TMC. Kemudian labilitas atmosfer atau udara yang cukup stabil, sehingga meningkatkan pertumbuhan awan-awan konvektif.

Dari pengamatan BMKG, pada 8-9 Oktober memang ada potensi hujan ringan di wilayah pesisir dan tengah Kalteng, namun turun hujan tersebut dibantu dengan TMC, yang menyebabkan di beberapa wilayah Kalteng mengalami hujan lebat.

“Pada 10 Oktober hujan lebat akan terjadi di Kalteng bagian utara, seperti Murung Raya Raya, Barito Utara, dan Gunung Mas. Untuk tanggal 11 sampai 13 Oktober potensi hujannya akan berkurang lagi di sebagian besar wilayah Kalteng,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ahmad Toyib membenarkan adanya kegiatan operasi TMC selama 2 jam 20 menit untuk bagian tengah pada pukul 12.33 WIB. Sedangkan Kalteng bagian pesisir dilakukan sekitar 2 jam 13 menit mulai pukul 09.23 WIB.

“Area penyemaian Minggu kemarin oleh satgas udara berada di langit daerah Kota Palangka Raya, Katingan, Kapuas, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat dan Seruyan dengan masing-masing bahan baku 30 kg Cacl2 dan 1.500 liter air, ” pungkasnya.

 

50.168 Titik Api di Kalteng

Memasuki puncak musim kemarau, karhutla di Kalteng terus terjadi penambahan titik api. Terpantau sebanyak 50.168 titik hotspot hingga 8 Oktober 2023. Hal tersebut disampaikan Kepala BP-BPK Kalteng Ahmad Toyib saat dihubungi Tabengan, Senin (8/10).

“Hingga tanggal 8 Oktober 2023, untuk Barito Selatan sebanyak 2.005 hotspot, kejadian karhutla sebanyak 353 dan luas karhutla 1158,235,” katanya.

Kemudian untuk Barito Timur sebanyak 660 hotspot, kejadian karhutla sebanyak 46 dan luas karhutla 99,28. Barito Utara sebanyak 746 hotspot, kejadian karhutla 267 dan luas karhutla 217,555.

“Selanjutnya untuk Gunung Mas sebanyak 663 hotspot, kejadian karhutla sebanyak 27 dan luas karhutla 369,46. Kemudian Kapuas sebanyak 7.973 hotspot, kejadian karhutla sebanyak 380 dan luas karhutla 1.187,” ujarnya.

Kemudian Katingan sebanyak 4.033 hotspot, kejadian karhutla 289 dan luas karhutla 663,7007 hektare. Kota Palangka Raya titik hotspot sebanyak 2.001, kejadian karhutla 603 dan luas karhutla 917,72144. Selanjutnya Kotawaringin Barat titik hotspot sebanyak 3142, kejadian karhutla 139 dan luas karhutla 1305,815.

“Kemudian Kotawaringin Timur 8.033 titik hotspot, kejadian karhutla 534 dan luas karhutla 960,8366. Untuk Lamandau 1.111 titik hotspot, kejadian karhutla sebanyak 32 dan luas karhutla 42,9534” sebutnya.

Di Murung Raya sebanyak 924 titik hotspot, kejadian karhutla 310 dan luas karhutla 33,63. Pulang Pisau sebanyak 8.496 titik hotspot, kejadian karhutla 444 dan luas 889, 1151. Seruyan sebanyak 7.771 titik hotspot, kejadian karhutla 319 dan luas 1871, 552. Sukamara 2.620 titik hotspot, kejadian karhutla 108, dan luas karhutla 353,1515.

Ia juga menyampaikan, BPBK Kalteng terus memantau wilayah-wilayah yang terjadi karhutla dan selalu menerima laporan setiap hari di semua kabupaten yang ada. jef/ldw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *