PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Bapak Pembangunan Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang tidak henti-hentinya memberikan semangat, motivasi dan juga menambah pengetahuan, dalam rangka mempersiapkan para generasi muda dalam menyambut Indonesia Emas 2045.
Senator Kalteng ini secara rutin menemui pelajar, mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan pesan penting, yakni kesiapan Kalteng dalam menyosong Indonesia Emas 2045, dan juga kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Pulau Kalimantan.
Terbaru, Gubernur Kalteng periode 2005-2015 ini menggelar diskusi dengan mahasiswa Universitas Kristen Palangka Raya (UKPR), Minggu (15/10). Kali ini diskusi yang diangkat terkait dengan intelektualitas.
Mahasiswa harus mampu menggunakan intelektualitas dalam merealisasikan semangat Pancasila di era demokrasi. Ini Teras ingatkan pada anak-anak mahasiswa UKPR, dalam diskusi terkait sistem demokrasi Pancasila.
“Sebagai bagian dari masyarakat intelektual, mahasiswa mesti punya kapasitas dan kapabilitas dalam mengubah keadaan menjadi lebih baik. Bila mahasiswa tidak dapat menghasilkan perubahan dengan intelektualitasnya, maka itu adalah kesalahan mahasiswa itu sendiri,” Teras Narang, via WhatsApp, Minggu (22/10).
Teras ingatkan ini agar mahasiswa UKPR di Kalteng sadar dan mau mengembangkan diri mereka di tengah sistem demokrasi Pancasila. Sistem yang memberi kesempatan pada setiap warga untuk berkembang, memberi masukan untuk pengembangan, hingga mendorongkan perubahan.
“Saya beri contoh pengalaman. Soal bagaimana saya menjadi putra Kalimantan dan seorang Dayak bisa jadi Ketua Senat Mahasiswa di Jakarta. Saat itu, umumnya di Universitas Kristen Indonesia, senat dipimpin para sahabat dari daerah-daerah tertentu. Ini karena ada ruang demokrasi dan juga keberanian untuk tampil berkembang dengan semangat kebersamaan,” lanjut Teras Narang.
Teras Narang menambahkan, intelektualitas ini juga berpengaruh pada karier politik, mulai dari pimpinan komisi hingga menjadi Gubernur, dan kini di DPD RI. Ini semua karena kemampuan menggunakan intelektualitas dan semangat kebersamaan di tengah sistem demokrasi Pancasila.
Tak lupa, ungkap Teras Narang, hayati dan amalkan Pancasila dalam laku hidup sehari-hari. Jadi teladan intelektual, konsistensi dalam pikiran, perkataan dan perbuatan demi menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi kemajuan negeri. ded











