PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin menegaskan, Indonesia sedang memperjuangkan agar bantuan yang disalurkan ke Palestina tidak ada hambatan. Sebab, bantuan yang dihimpun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan masyarakat dunia, sempat tertahan di Rafah Mesir.
Laporan dari Kementerian Kesehatan Palestina, akibat serangan balasan Israel selama dua minggu terakhir, lebih dari 5.000 orang terbunuh di Gaza, Palestina.
Kebutuhan logistik bagi lebih dari satu juta penduduk yang terhimpit di tengah serangan di wilayah tersebut semakin meningkat. Namun, bantuan yang telah dihimpun PBB dan masyarakat dunia sempat tertahan di Rafah, Mesir, satu-satunya jalur distribusi untuk masuk ke Jalur Gaza.
Wapres RI Ma’ruf Amin pun menegaskan, Indonesia bersama negara-negara lain tengah memperjuangkan agar bantuan-bantuan tersebut dapat segera disalurkan.
“Secara umum kita juga menyerukan supaya kiriman itu, yang datang banyak, terutama melalui Kairo, Mesir, supaya tidak ada hambatan,” kata Wapres usai menghadiri Peresmian Proyek Citra Borneo Indah (CBI) Group di Mercure Hotel Pangkalan Bun, Rabu (25/10).
Wapres menambahkan, Indonesia sepakat bahwa tindakan penyerangan yang dilakukan Israel sudah melebihi tindakan membela diri, dan harus segara dihentikan.
“Dunia menganggap itu sudah melebihi tindakan membela diri. Sudah melakukan pembantaian. Genoside itu. Itu disuarakan oleh Indonesia bersama negara-negara lain. Dan lebih jauh supaya penyerangan Israel dihentikan,” tegasnya.
Wapres lantas mengungkapkan, Indonesia bersama negara lain telah mendorong agar penyelesaian sengketa antara Palestina dan Israel dapat mengikuti putusan PBB, two-state-solution.
“Tetapi apa yang dimaui oleh PBB ini, Israel tidak mau dan ada veto yang juga tidak bisa berjalan dengan baik. Kalau kita bisa mengembalikan kepada two-state-solution dan semua bisa sepakat, mungkin bisa selesai,” pungkasnya.
Dalam kegiatan press release, Wapres Ma’ruf Amin didampingi Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, dan Chairman CBI Group Abdul Rasyid AS. c-uli











