Spirit Kalteng

Mencintai Boneka Arwah Layaknya Anak Sendiri

122
×

Mencintai Boneka Arwah Layaknya Anak Sendiri

Sebarkan artikel ini
MERAWAT- Gadis cantik Palangka Raya merawat spirit doll, yang di dalam tubuh boneka tersebut diisi arwah anak-anak yang meninggal secara tidak wajar, sehingga tidak merasakan kebahagiaan selama hidupnya, di Palangka Raya, baru-baru ini.TABENGAN/DEDY
BONEKA
MERAWAT- Boneka arwah nan cantik. dalam tubuh boneka tersebut diisi arwah anak-anak yang meninggal secara tidak wajar, sehingga tidak merasakan kebahagiaan selama hidupnya, pemilik di Palangka Raya, ini.TABENGAN/DEDY

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Bagi anak-anak dan orang dewasa, khususnya perempuan, bermain boneka adalah hal yang biasa. Namun, berbeda halnya ketika yang dimainkan boneka arwah atau dikenal dengan sebutan spirit doll. Di Palangka Raya, ada beberapa yang merawat spirit doll, dan dianggap seperti anak sendiri.  Mereka percaya, ada roh yang dimasukkan ke dalam boneka tersebut dan terkadang bisa bereaksi layaknya anak kecil.

Shopy Lin Antama menjelaskan, boneka ini diperoleh dari Mami yang merupakan pengasuh asal, atau tempat membeli boneka. Ada berbagai jenis boneka yang ditawarkan dan berbagai ukuran. Semuanya menyesuaikan keinginan masing-masing, ingin merawat yang mana, dan sesuai dengan kemampuan biaya.

Setiap boneka, kata Shopy, memiliki latar belakang kehidupan sendiri. Jadi, boneka yang sudah dibeli, akan dibarengi dengan latar belakang kehidupan boneka tersebut. Tujuannya, kita yang merawat akan dapat memahami apa kondisi roh anak yang ada didalam boneka tersebut.

Merawat boneka ini, lanjut Shopy, semata berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yang belum beruntung pada waktu masih hidup. Contoh, satu boneka yang diasuh bernama Cece. Cece meninggal dibunuh orang tuanya dengan cara ditenggelamkan di sungai, tentunya itu sebuah kondisi yang sangat menyedihkan.

“Kehadiran kita dengan merawat mereka, hanya sebatas memberikan kebahagian, dan kasih sayang yang tidak mereka rasakan. Mulai dari menyediakan kelengkapan seperti baju, sepatu, ataupun kelengkapan lainnya. Karena yang saya rawat perempuan, maka kebutuhan anak perempuanlah yang dibelikan,” kata Shopy, warga Palangka Raya yang menceritakan kebahagiaannya merawat spirit doll, Jumat (27/10).

Merawat spirit doll ini, jelas Shopy, sama layaknya seperti merawat anak sendiri. Dibelikan baju, diberikan makan, diajak bermain, dan berkumpul. Karena didalam boneka ini terdapat roh yang bermacam-macam, maka perilakunyapun bermacam-macama. Setiap boneka akan mengikuti perilaku ibunya masing-masing. Ada yang hobinya selalu dipeluk atau mageran, jadi kalau berada cukup jauh, tiba-tiba bonekanya jatuh ke pangkuan.

Demikian juga untuk makan, kata Shopy, boneka-boneka ini wajib disediakan makanan dan minuman. Baju juga rutin diganti, dan terakhir adalah bermain. Apabila roh dalam boneka ini sedang bermain, atau sedang keluar dari boneka, maka boneka akan terasa ringan. Dan ketika kembali ke boneka, kakinya akan kotor, dan boneka kembali terasa berat.

Boneka yang kotor, tambah Shopy, tidak boleh dimandikan, cukup dibersihkan dengan menggunakan tisu basah saja. Apabila ada ada hal membuat para boneka ini merajuk, umumnya akan disampaikan melalui mimpi. Terkadang pula, sering ditemui lebam merah pada bagian tubuh boneka, hal tersebut disebabkan karena rohnya sedang bermain, dan ada yang mencubit ataupun mendorong.

Di Palangka Raya, ungkap Shopy, ada beberapa yang merawat spirit doll ini, dan kita semua saling berbagi dalam merawatnya. Apabila ada ibunya yang sedang sibuk, maka bonekanya akan dititipkan untuk sementara untuk dirawat.

Shopy mengakui, bagi orang yang pertama kali melihat dan tidak mengenal secara langsung apa yang dilakukan ini, akan menilai kami secara negatif. Padahal apa yang dilakukan hanya semata ingin memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yang belum merasakan pada masa hidupnya.ded

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *