-
Uncategorized

6 Kabupaten/Kota Dilanda Banjir

34
×

6 Kabupaten/Kota Dilanda Banjir

Sebarkan artikel ini
SUNGAI MELUAP- Banjir merendam Desa Waringin Agung di Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotim, Kamis (7/12). TABENGAN/MAYA SELVIANI
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng). Setidaknya 5 kabupaten, yakni Kotawaringin Timur, Katingan, Murung Raya, Barito Utara dan Pulang Pisau, terendam banjir akibat curah hujan tinggi. Air sungai meluap dan merendam kawasan sekitarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng Ahmad Toyib mengatakan, tim sedang mendata wilayah-wilayah yang terdampak, jumlah penduduk dan lain sebagainya.

“Untuk sementara kami berkoordinasi dengan BPBD, mereka sedang mendata wilayah-wilayah yang terdampak, luas wilayah, jumlah penduduk, dan lain sebagainya,” kata Toyib, di Palangka Raya, Kamis (7/12).

Toyib menuturkan, berdasarkan data banjir yang terjadi di 5 kabupaten, merendam 68 desa di 21 kecamatan. Tinggi muka air di Kotawaringin Timur setinggi 120 centimeter, Katingan setinggi 100 centimeter, Barito Utara setinggi 130 centimeter dan Pulang Pisau setinggi 40 centimeter.

“Untuk sementara Murung Raya, belum ada laporan data masuk, sehingga belum diketahui tinggi muka air yang merendam wilayah tersebut,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam K Anwar mengatakan, banjir telah merendam Desa Waringin Agung di Kecamatan Antang Kalang sejak Kamis (7/12). Ketinggian air mencapai setengah meter dari permukaan tanah.

“Desa yang banjir merupakan lokasi langganan banjir. Dan ini memang kerap terjadi, jika terjadi curah hujan yang cukup tinggi,” katanya.

Multazam mengimbau kepada warga setempat untuk dapat menjaga keselamatan anggota keluarganya masing-masing. Terutama ketika air banjir semakin meninggi. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, terutama terhadap anak-anak.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut telah merilis peringatan terkait cuaca ekstrem yang terjadi di sebagian wilayah Kalteng.

Prakirawan Cuaca, Lian Adriani mengatakan, cuaca saat ini umumnya berawan dengan hujan ringan, tetapi terdapat potensi cuaca yang lebih buruk seperti hujan intensitas sedang hingga lebat dengan disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah-wilayah tersebut.

“Bahkan, wilayah-wilayah yang tidak terendam banjir perlu mewaspadai dampak lingkungan lainnya yang bisa terjadi, seperti tanah longsor atau pohon tumbang,” katanya.

Lian menjelaskan, suhu udara berkisar antara 22-33 derajat Celcius, dengan kelembaban udara mencapai 55-100 persen. Angin umumnya bertiup dari Tenggara-Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 10-20 kilometer per jam.

“Peringatan dini terkait cuaca ekstrem ini perlu disampaikan pada masyarakat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Perlu diingat bahwa setiap kejadian alam yang terjadi dapat memengaruhi lingkungan sekitarnya dan dampak buruknya akan sangat signifikan,” pungkasnya.

Sementara itu dari pantauan, beberapa wilayah di Kota Palangka Raya juga mulai dilanda banjir seperti di Jalan Mendawai dan lainnya.jef/c-may

 

-
-
-