Spirit Kalteng

Mentan dan Wamenhan Cek Food Estate

37
×

Mentan dan Wamenhan Cek Food Estate

Sebarkan artikel ini
Mentan dan Wamenhan Cek Food Estate
Mentan dan Wamenhan Cek Food Estate
TANAM JAGUNG- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra meninjau kegiatan food estate berupa tanaman jagung di Kabupaten Gunung Mas, Senin (11/12). TABENGAN/ISTIMEWA

PALANGK RAYA/TABENGAN./CO.ID– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Muhammad Herindra meninjau kegiatan food estate berupa tanaman jagung di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Senin (11/12). Di lokasi, keduanya bergerak cepat memastikan pangan nasional dalam kondisi aman.

Mentan mengaku optimis lahan jagung seluas 600 hektare di food estate dapat ditangani dengan baik, terutama melalui kolaborasi yang kuat antara Kementan dan Kemenhan.

“Food estate ini untuk masa depan anak cucu kita, untuk generasi kita ke depan. Dan ini adalah kontribusi kita dalam memberi pangan masyarakat dunia. Ini mimpi besar kita, mimpi besar Bapak Presiden, juga mimpi besar Kemenhan. Saya optimis karena semua on progres, saya optimis segera bisa ditangani,” ujar Mentan dalam kunjungan tersebut.

Bagi Mentan, food estate yang dikerjakan ini sudah sangat bagus karena jagung yang ditanam memiliki kualitas panen yang sangat besar. Hal ini terlihat dari keragaan daun dan batang yang tumbuh sesuai dengan kondisi pertanaman di Kalimantan.

Karena itu, Mentan mengajak masyarakat agar saling bahu membahu mendukung upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan jagung nasional, sehingga tidak perlu diributkan secara meluas.

“Ini terlalu kecil untuk kita ributkan dan polemik. Bayangkan kalau kita membagi 600 hektare dari 7,4 juta hektare, itu hanya 0,008 persen. Tapi ini dibahas di media harusnya ini dihentikan karena sangat kecil. Apalagi anggaran food estate ini hanya Rp54 miliar, kecil sekali, itu pun bantuannya dari Kementerian PU. Tetapi percaya 6 bulan ke depan, 3 bulan sampai 6 bulan masalah ini selesai,” katanya.

Lebih dari itu, Mentan menambahkan, food estate ini akan dijadikan sebagai sentra dan kekuatan besar bagi cadangan pangan Indonesia ke depan, terutama dalam mengantisipasi kepadatan jumlah penduduk yang terus meningkat.

“Tiap tahun penduduk kita bertambah kurang lebih 3,5 juta. Jadi ini harus disiapkan makanannya, harus disiapkan pangannya. Kalau tidak dari sekarang bisa bermasalah bangsa ini. Ingat kalau krisis ekonomi, sektor pertanian berjaya dan Covid mampu kita lewati. Akan tetapi kalau krisis pangan siapa yang bisa mengatasi,” jelasnya.

Sebelum berkunjung ke Kabupaten Gunung Mas, Mentan didampingi Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan jajaran mengunjungi stan pameran di halaman Kantor Gubernur. Dia memberikan sejumlah bantuan pangan, berupa benih padi imbrida dan s4prodi senilai Rp8,5 miliar, alat pascapanen, pengolahan dan pemasaran tanaman pangan senilai Rp1,525 miliar dan bantuan berupa benih jagung hibrida senilai Rp630 juta untuk Kalteng.

“Kunker ke Kalteng kita membangun dan mencetak sawah seluas 136.000 hektare dan lahannya sudah siap. Kemudian kami juga mengunjungi food estate ternyata sudah berhasil dan tingginya setelah usianya satu bulan lebih tingginya kurang lebih 3 meter, itu food estate yang di Kabupaten Gunung Mas,” ujarnya. ldw