Spirit Kalteng

Realisasi PAD Kalteng 94,58 Persen

15
×

Realisasi PAD Kalteng 94,58 Persen

Sebarkan artikel ini
PENJELASAN – Kepala BPKAD Kalteng Syahfiri saat ditemui di kantornya, Selasa (19/12). TABENGAN/LIDIAWATI

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Tengah Syahfiri menyampaikan rincian realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023.

Disebutkan Syahfiri, hingga 19 Desember 2023, realisasi APBD Kalteng kurang lebih 87,89 persen untuk jumlah Pendapatan. Rinciannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) kurang lebih 94,58 persen, Pendapatan Transfer 83,85 persen, kemudian Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah 178,99 persen.

“Untuk nominalnya Pendapatan Daerah itu targetnya Rp6 triliun 600 miliar, realisasinya Rp5 triliun 801 miliar, jadi kurang lebih 87,89 persen,” jelasnya, Selasa (19/12).

Ia mengungkapkan, untuk PAD targetnya  Rp2 triliun 432 miliar, dan realisasinya Rp2 triliun 300 miliar atau 94,58 persen. Pendapatan Transfernya dengan target Rp4 triliun 162 miliar, dan realisasinya Rp3 triliun 490 miliar.

“Pendapatan Daerah yang Sah untuk target kurang lebih Rp5 miliar 905 juta dan realisasinya Rp10 miliar 570 juta. Kemudian target untuk Belanja Daerah kurang lebih Rp7 triliun 309 miliar, dan realisasinya masih Rp4 triliun 781 miliar. Belanja Operasi target Rp4 triliun 24 miliar dan realisasinya Rp2 triliun 689 miliar atau realisasinya kurang lebih 66,83 persen,” katanya.

Kemudian Belanja Modal target Rp1 triliun 780 miliar dan realisasinya Rp1 triliun 84 miliar atau 60,90 persen. Belanja Tidak Terduga target Rp109 miliar dan realisasinya Rp17 miliar atau 15,53 persen. Belanja Transfer targetnya Rp1 triliun 395 miliar dan realisasinya Rp990 miliar atau kurang lebih 70,97 persen.

Ia menyampaikan, terkait PAD sektor penyumbang terbesar adalah Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor hampir 950 Miliar hingga hari ini, kemudian target APBD nya 2,4 Triliun, kemudian pajak rokok 945 Miliar.

Ia juga menjelaskan APBD terbesar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah datang dari sektor pendidikan, yakni sebesar 20 persen dan infrastruktur yang juga hampir menyentuh angka 20 persen. Setelah itu disusul sektor kesehatan dan pertanian. ldw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *