Spirit Kalteng

5 Kabupaten di Kalteng Banjir Lagi

30
×

5 Kabupaten di Kalteng Banjir Lagi

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Bencana banjir kembali datang menimpa masyarakat Kalimantan Tengah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BP-BPK) Provinsi Kalteng, saat ini ada 4 kabupaten yang terdampak banjir.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BP-BPK Kalteng Alfius Pathanan menyebutkan, banjir di Barito Selatan menerjang 1 kecamatan, 7 desa, dan 810 jiwa terdampak, kemudian 17 fasilitas umum dengan rincian 3 tempat ibadah, 3 pendidikan, 3 gedung pemerintah, dan 8 jalan/jembatan, serta 183 rumah.

“Kemudian, Murung Raya tercatat 4 kecamatan, 5 desa, 73 KK, 56 rumah terdampak. Lamandau tercatat 1 kecamatan dan 1 desa dengan ketinggian air 90 cm. Dalam kejadian ini 6 KK, 23 jiwa, dan 6 rumah,” sebutnya, kepada Tabengan, Kamis (11/1).

Selanjutnya, Sukamara tercatat memiliki dampak paling tinggi dalam bencana banjir kali ini, yaitu sebanyak 3 kecamatan, 10 desa, 332 KK dengan rincian 1.102 jiwa, dan 9 fasilitas umum dengan rincian 1 fasilitas kesehatan, 2 tempat ibadah, 1 fasilitas pendidikan, dan 5 jalan/jembatan, semntara 327 rumah terdampak.

“Adapun total terdampak banjir di seluruh kabupaten yang telah disebutkan adalah 9 kecamatan, 23 desa/kelurahan, 590 KK, 1.935 jiwa, 26 fasilitas umum dengan rincian: 1 fasilitas kesehatan, 5 tempat ibadah, 4 sarana pendidikan, 3 gedung pemerintahan, 13 jalan/jembatan, dan 572 rumah,” paparnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya menyiagakan tim siaga bencana untuk mmemantau kondisi terkini lapangan, melakukan koordinasi dengan aparatur desa, serta menyiapkan evakuasi.

“Imbauan juga kepada masyarakat yang terdampak untuk menyimpan barang penting ke tempat aman, dan membatasi aktivitas di luar rumah,” tambahnya.

Alfius mengingatkan, jika berada di luar rumah hindari pohon besar, baliho, dan saluran air/gorong-gorong dan kemudian menyiapkan tas siaga berisi makanan, minuman, obat, uang, pakaian, dokumen berharga dan lain-lain.

 

Pangkalan Bun Tenggelam

Rabu (10/1), tepat pukul 20.00 WIB, Kota Manis Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), tenggelam akibat dikepung banjir. Ada 24 titik di Kecamatan Arut Selatan yang tergenang karena intensitas curah hujan tinggi. Fakta ini menambah daftar daerah yang kebanjiran menjadi 5 kabupaten di Kalteng.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Syahruni mengatakan, banyaknya wilayah di Kecamatan Arut Selatan terutama yang ada di dalam Kota Pangkalan Bun tergenang banjir, sehingga pihaknya menerjunkan personel, bersama petugas dari Polres Kobar, Kodim 1014 Pangkalan Bun, PMI, Dankar dan relawan.

“Tim gabungan berpatroli ke titik yang tergenang banjir, bahkan ada beberapa wilayah yang parah, sehingga arus lalu lintas pun untuk sementara waktu dialihkan,” jelas Syahruni kepada Tabengan, Kamis (11/1).

Syahruni mengatakan, sarana dan prasarana yang dikerahkan yakni mobil patroli, kendaraan bermotor, mesin portable dan perahu karet, mengingat ada wilayah permukiman yang cukup parah terendam banjir, sehingga harus dilakukan evakuasi.

“Upaya penanganan yang kami lakukan yakni melakukan pemantauan lokasi titik banjir genangan, melakukan penyedotan air yang menggenangi rumah warga, melakukan evakuasi warga yang rumahnya terdampak banjir di beberapa titik genangan serta pendataan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kobar Muhammad Hasyim Muallim menjelaskan, terjadinya banjir di dalam Kota Pangkalan Bun kaerna banyaknya saluran di wilayah permukiman yang tidak berfungsi secara optimal.

“Karena intensitas hujan yang cukup tinggi, ditambah lagi banyaknya saluran/drainase yang tidak berfungsi secara optimal, sehingga terjadi luapan air. Termasuk juga beberapa gorong-gorong kapasitasnya tidak memenuhi debit air yang mengalir. Hal itu menyebabkan air meluap ke jalan,” ujar Hasyim.

Namun demikian, lanjutnya, PUPR Kobar akan segera bergerak dalam mengatasi masalah yang menyebabkan terjadinya banjir di dalam Kota Pangkalan Bun, ada beberapa strategi yang akan di lakukan dalam waktu dekat ini.

Langkah strategi itu yakni meliputi, melakukan normalisasi saluran, titik titik box culvert tertentu akan dilakukan pembesaran, melakukan elevasi jalan sekitar box culvert titik tertentu dengan melakukan peninggian 50 cm.  ldw/c-uli

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *