Spirit Kalteng

JALAN GUMAS -PALANGKA RUSAK PARAH-Warga Portal Kendaraan Pribadi

33
×

JALAN GUMAS -PALANGKA RUSAK PARAH-Warga Portal Kendaraan Pribadi

Sebarkan artikel ini
RUSAK PARAH-Polsek Kurun urai kemacetan di Desa Teluk Nyatu, Kuala Kurun, Gunung Mas. TABENGAN/HENDY

KUALA KURUN/TABENGAN.CO.ID – Antrean panjang kembali terjadi di jalan lintas Kuala Kurun-Palangka Raya, tepatnya di Desa Teluk Nyatu, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Rabu (6/3). Kemacetan dipicu rusaknya kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur cukup parah.

Ditambah lagi adanya kendaraan berbadan besar, jenis truk angkutan perusahaan besar swasta (PBS) yang terjebak di lokasi. Akibatnya, puluhan pengendara roda 4 maupun roda 2 terpaksa harus sabar menunggu giliran untuk bisa melintas.

Kerusakan jalan di daerah tersebut sudah berlangsung cukup lama. Saat ini truk angkutan PBS yang kembali beraktivitas dengan intensitas cukup tinggi serta tingginya curah hujan, semakin memperparah kerusakan jalan. Tak ayal, antrean panjang terjadi didominasi truk angkutan PBS sepanjang 2 kilometer.

Karena parahnya jalan tersebut sehingga susah untuk dilalui oleh kendaraan pribadi, masyarakat Desa Teluk Nyatu memperbaiki atau membuat akses jalan (portal) yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan umum pribadi.

Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Desa (Sekdes) Teluk Nyatu Jekmon MS Adam membenarkan terjadi antrean panjang di daerah tersebut.

“Sudah beberapa hari ini antrean terjadi akibat semakin banyaknya kendaran PBS yang melalui jalan itu. Jalan yang sudah rusak semakin tambah rusak parah. Antrean tadi sore dari arah Kuala Kurun kurang lebih 2 kilometer,” ungkapnya, Rabu.

Jekmon juga membenarkan adanya masyarakat yang membuat portal di jalan tersebut. Menurutnya, hal itu adalah inisiatif warga melihat jalan yang sudah berlarut-larut tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah, akhirnya warga membuat akses jalan atau portal agar dapat dilalui kendaraan pribadi.

“Memang benar adanya masyarakat yang membuat semacam portal di daerah tersebut, namun itu tidak dipungut biaya. Ya, kembali lagi seperti yang saya bilang, itu karena tidak ada perhatian dengan kerusakan jalan yang sudah lama. Akhirnya masyarakat dengan tenaga sendiri, dengan modal sendiri membuat jalan seperti itu, agar dapat dilalui oleh kendaraan umum pribadi,” tuturnya.

Terkait beredarnya video yang menunjukkan sopir truk melalui portal tersebut membayar uang sebesar Rp50 ribu, Jekmon mengungkapkan jika hal tersebut terlalu dilebih-lebihkan.  Sebab menurutnya, masyarakat tidak mematok harga untuk melewati jalan tersebut.

Ia menjelaskan, akses jalan itu dibuat warga agar kendaraan pribadi dapat melalui jalan dan tidak tersangkut di jalan yang rusak atau berlumpur.

“Kalau video yang beredar, itu sudah beberapa waktu yang lalu. Kalau dikatakan lewat portal itu harus bayar, itu tidak benar. Tidak ada yang mematok harga melewati jalan itu, bisa dikatakan seikhlasnya karena memperbaikinya itu tenaga pribadi mereka,” katanya.

“Nah yang video truk itu, kan sudah dibilang hanya untuk kendaraan umum tetapi dia tetap memaksa dan langsung secara pribadi memberi uang sebesar Rp50 ribu, tidak ada yang memaksanya,” katanya lagi.

Hingga saat ini, kondisi jalan di daerah tersebut masih belum mendapat perbaikan. Dengan semakin banyaknya kendaraan PBS yang menggunakan jalan umum tersebut, akan semakin memperparah keadaan jalan. Namun, keadaan macet sudah dapat teratasi oleh pihak kepolisian sekitar.

“Semoga jalan ini segera diperbaiki, sehingga tidak terjadi kemacetan lagi. Dan jika diperbaiki itu harus dibuat gorong-gorong agar air bisa lewat dan tidak menggenangi jalan yang membuat lumpur,” harap Jekmon. c-hen

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *