-
Uncategorized

6.849 Jiwa Terdampak Banjir Pulpis

45
×

6.849 Jiwa Terdampak Banjir Pulpis

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YAKIN TENGGELAM-Pemkab Pulang Pisau saat mendistribusikan bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulpis.
-

Foto Aster Bonawaty Mangkusari

+ Banjir Nusa Ganggu Distribusi Barang

PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID – Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) Osa Maliki mencatat, sebanyak 9 desa di 3 kecamatan terendam banjir dan 2.101 Kepala Keluarga (KK) atau 6.849 jiwa dan 1,184 unit bangunan terdampak banjir di Pulpis, Selasa (19/3).

Dikatakannya, kesembilan desa yang mulai terendam banjir antara lain Kecamatan Sebangau Kuala, tercatat 6 desa yakni Desa Paduran Mulya, Paduran Sebangau, Sebangau Mulya, Sebangau Permai, Mekar Jaya, dan Desa Sebangau Jaya.

Di Kecamatan Jabiren Raya, Desa Tanjung Taruna dan Desa Tumbang Nusa. Kemudian di Kecamatan Kahayan Tengah ada Desa Penda Barania. Ketinggian debit air di masing-masing wilayah desa berbeda-beda, antara 25 centimeter hingga 130 centimeter terjadi pada Desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya.

Banjir yang terjadi di 9 desa di Kabupaten Pulang Pisau, terang Osa Maliki, selain merendam rumah warga juga merendam berbagai fasilitas lainnya berjumlah 131 unit. Seperti fasilitas kesehatan 18 unit, gedung sekolah 29 unit, rumah ibadah 40 unit, fasilitas umum 9 unit dan gedung pemerintah berjumlah 35 unit.

Osa Maliki menjelaskan, banjir yang terjadi sejak tanggal 27 Februari sampai hari ini yang melanda di 9 desa di 3 kecamatan, membuat 83 KK atau 261 mengungsi dikarenakan kondisi rumah miliknya terendam banjir.

Menurutnya, banjir yang terjadi di beberpa desa disebabkan tingginya intensitas curah hujan. Penyebab lain, air kiriman dari kabupaten tetangga sehingga Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan maupun Sebangau meluap dan menggenangi permukiman penduduk.

Menyikapi kejadian tersebut, ungkap Osa Maliki, pemerintah setempat telah menetapkan tanggap darurat bencana banjir. Hal ini dilakukan sebagai upaya penanganan darurat banjir lebih terfokus pada penyediaan dan penyaluran bantuan logistik kebutuhan pokok (sembako), obat-obatan, dan kebutuhan lainnya.

Ganggu Distribusi Barang

Banjir yang terjadi di ruas Jalan Trans Kalimantan, Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), akibat naiknya debit air DAS Kahayan, berdampak terhadap lambatnya distribusi barang ke Kalimantan Tengah, Senin (18/3).

Pasalnya, ruas jalan Tumbang Nusa yang terendam banjir tersebut menyebabkan distribusi barang dan bahan pokok dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan ke Kalimantan Tengah menjadi terganggu. Mobil-mobil pengangkut barang kesulitan melintas.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Aster Bonawaty Mangkusari mengakui, akibat banjir yang terjadi itu menyebabkan distribusi barang dan bahan pokok yang masuk ke Kalteng menjadi terhambat.

“Kita kan selama ini memang untuk distribusi bahan pokok pasti lewat Banjarmasin (Kalsel), kemudian ada juga lewat Sampit (Kotim). Banjir itu tentu berpengaruh terhadap distribusi barang yang masuk di Kalimantan Tengah, menjadi lambat masuk, apalagi kalau banjirnya itu tinggi,” ungkap Aster Bonawaty kepada Tabengan, Selasa (19/3).

Namun, Bonawaty menyebutkan, saat ini untuk harga bahan pokok akibat dari terhambatnya distribusi barang yang masuk belum terlalu berpengaruh terhadap harga bahan pokok.

“Sejauh ini akibat banjir tersebut, harga bahan pokok belum terlalu berpengaruh signifikan, karena walaupun barang terlambat masuk distribusi tetap berjalan. Tetapi memang akibat ini pasti akan berdampak,” tuturnya.

Mantan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng ini juga mengatakan, berdasarkan pantauan 1 hingga 2 hari ini harga bahan pokok belum naik signifikan. Jadi pihaknya belum memastikan mengenai kenaikan harga yang terjadi akibat lambatnya distribusi barang.

“Kita tentu akan berusaha mengantisipasi, kalau memang perdistribusian barang tersebut mengalami hambatan dan berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait demi lancarnya perdistribusian barang ke Kalteng,” jelasnya.

Bonawaty mengatakan, ini perlu koordinasi dan sinergi berbagai pihak khususnya Dinas Perhubungan agar arus perdistribusian itu dapat lancar. Mengingat kalau untuk kelancaran transportasi memang itu merupakan kewenangan Dinas Perhubungan.

“Kemudian kita juga akan koordinasi dengan pihak Dinas PU (Pekerjaan Umum) apakah jalan ini bisa segera di perbaiki dan dilewati oleh mobil atau harus menggunakan alat transportasi air seperti perahu misalnya,” bebernya.

Ke depan juga, kata Bonawaty, ia akan melihat pekembangan yang terjadi selama beberapa hari ini apakah masih banjir atau sudah mengalami surut.

“Kita berharap banjir ini segera surut tentunya, karena kalau surut kan insya Allah semuanya aman dan mudah, akses masuk juga bisa kembali lancar,” pungkasnya. rmp/c-mye

-
-
-