MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – Seorang korban tug boat terbakar dan meledak di Sungai Barito, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, hingga kini hilang dan masih dilakukan pencarian sejak Senin (26/3) malam. Tim penyidik dari Polda Kalteng juga telah diturunkan untuk membantu penyelidikan musibah kebakaran kapal yang menelan korban jiwa tersebut.
Kapolres Barito Utara AKBP Gede Eka Yudharma melalui Kasat Reskrim AKP Wahyu Satiyo Budiarjo, Selasa (26/3) malam membenarkan, seorang ABK dari TB WAG, bernama Awaludin, masih belum ditemukan setelah diduga terjatuh ke sungai saat kebakaran.
“Berdasarkan keterangan saksi, pada saat kejadian, korban berada dibagian buritan TB Hasyim yang saat itu sedang tambat bersama TB WAG,” jelas Wahyu.
Menurut Wahyu Polsek Lahei dibantu elemen masyarakat BPBD, dan dinas terkait masih menyusur sungai untuk mencari korban tersebut. Berdasarkan pemeriksaan di lokasi kejadian dan keterangan para saksi, kru kapal TB Hasyim sebanyak lima orang.
Dua orang ABK yang mengalami luka bakar, yaitu Rizaldi (20) ABK TB Hasyim, warga Banjarbaru, dan Abdul Yassar (34). Dua orang ABK meninggal dunia, yaitu Syahminan dan Dalih Rizaldi, warga Wonosobo, Jawa Tengah.
Saat peristiwa kebakaran disusul ledakan, TB Hasyim sedang berhenti dan tambat di tepi Sungai Barito di sebelah TB WAG. Saksi korban yang mengalami luka bakar, menurut Wahyu, belum dapat diminta keterangannya.
Masih berkaitan dengan tug boat PT Pada Idi terbakar, tim dari Ditreskrimum Polda Kalteng turun membantu memperkuat penyelidikan.
“Tim beranggotakan tujuh orang dari Ditreskrimum Polda Kalteng sedang dalam perjalanan menuju Muara Teweh,” beber Kasatreskrim Polres Barut AKP Wahyu Satiyo Budiharjo.
Selain back-up dari Polda Kalteng, Satreskrim Polres Barito Utara juga membuat surat permohonan meminta bantuan teknis kepada Laboratorium Forensik Cabang Surabaya untuk menentukan penyebab kebakaran. ist











