Spirit Kalteng

Kartini Masa Kini Harus Peduli Isu Kesetaraan Gender

25
×

Kartini Masa Kini Harus Peduli Isu Kesetaraan Gender

Sebarkan artikel ini
Kartini Masa Kini Harus Peduli Isu Kesetaraan Gender
Kartini Masa Kini Harus Peduli Isu Kesetaraan Gender

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID-21 April merupakan hari penuh sejarah, dimana pada tanggal itu, semua teringat akan perjuangan yang dilakukan Raden Ajeng Kartini dalam memajukan kaum perempuan di Indonesia, perjuangan Kartini  pun hingga kini terus menggelora di lakukan Kartini modern.

Salah satunya, Kartika Sari, istri dari Rahmat Hidayat yang merupakan Komisaris Utama Independen Bank Kalteng, Kartika merupakan calon legislatif terpilih dari PDIP untuk DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Menurutnya, Kartini jaman sekarang, pasti sangatlah bangga dengan kemajuan yang telah dicapai, baik dalam bidang pendidikan, karier dan keterlibatan dalam pembangunan masyarakat.

Akan tetapi, kaum perempuan pun meski saat ini telah terbuka dalam meningkatkan karirnya, tetap jangan lupa akan kodratnya sebagai kaum perempuan yang memiliki tanggung jawab dalam memperkuat rumah tangga dan mendidik anak-anaknya.

Dirinya pun mengingatkan agar Kartini jaman sekarang pun haruslah tetap peduli dengan isu-isu seperti kesetaraan gender, kekerasan terhadap perempuan dan kesenjangan sosial yang masih ada.

“Kartini jaman sekarang harus tetap memperjuangkan hak-hak perempuan, termasuk kesetaraan gender, akses pendidikan dan pekerjaan yang adil serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, dimana mereka juga harus menjadi teladan dalam mempromosikan kerjasama antar-generasi dan menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua orang,” kata Kartika kepada Tabengan, Minggu (21/4).

Ketika dirinya menerima amanah duduk di DPRD Kobar untuk periode 2024-2029, tentunya akan memperjuangkan apa yang menjadi hak kaum perempuan. “Pendapat ibu, perwakilan wanita di parlemen Indonesia masih menghadapi tantangan untuk mencapai tingkat yang diharapkan, meskipun jumlah perempuan di parlemen telah meningkat dari waktu ke waktu, namun masih belum mencapai tingkat kesetaraan yang diharapkan,” ujar wanita kelahiran 24 April 1982.

Misalnya saja lanjut dia, pada 2019 perempuan hanya menduduki sekitar 20 persen dari total kursi di DPR, akan tetapi upaya terus dilakukan untuk meningkatkan perwakilan perempuan di parlemen, seperti melalui kebijakan kuota gender dan kampanye untuk meningkatkan partisipasi politik perempuan.

Untuk itu ia berharap, di momentum peringatan hari Kartini, diharapkan agar penerus cita-cita Kartini dapat terus berjuang, tidak sekedar menjadi penggerak paham feminisme saja, akan tetapi juga menjadi bagian dalam pembangunan, sehingga akan terwujud Indonesia baru yang lebih baik, berkeadilan tanpa diskriminasi apapun.

“Oleh karena itu, saya mengajak kaum perempuan khususnya perempuan di Kobar, umumnya Kalteng ini untuk bangkit, tangguh dan lebih mandiri, berdaya guna serta berpartisipasi dalam sendi-sendi kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. c-uli