Hukrim

Tim Opsar Mahasiswa Hilang, Resmi Hentikan Pencarian di Mantangai

21
×

Tim Opsar Mahasiswa Hilang, Resmi Hentikan Pencarian di Mantangai

Sebarkan artikel ini
Tim Opsar Mahasiswa Hilang, Resmi Hentikan Pencarian di Mantangai
TABENGAN/YULIANSYAH MASIH BERHARAP - Tim Basarnas Propinsi Kalimantan Tengah, Minggu (12/5) secara menghentikan operasi pencarian terhadap hilangnya Mahasiswa Unlam Aditya Darma Santoso (21).

KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID-Setelah  melakukan perpanjangan pencarian selama 3 hari dari batasan  waktu 7 hari sebagaimana SOP, Tim Basarnas Propinsi Kalimantan Tengah, Minggu (12/5) secara menghentikan operasi pencarian terhadap Aditya Darma Santoso (21). Aditya merupakan Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) yang hilang saat melakukan tugas geotagging di wilayah hutan berawa Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai, Kamis (2/5) lalu.

Antonius selaku Koordinator Lapangan Basarnas dalam Ops SAR menyampaikan informasi tersebut dalam rilis resminya.

“Setelah melakukan pencarian secara maksimal, namun kendala yang dihadapi Tim di lapangan adalah search area yang luas dan akses yang terbatas dan visibility yang minim karena lebatnya tumbuhan yang ada diarea tersebut. Setelah melakukan penambahan 3 hari dari 7 hari sebelumnya, karena juga masih membuahkan hasil, hari ini Minggu (12/5) pencarian secara resmi untuk sementara kita hentikan sembari kita lakukan evaluasi,” kata Antonius.

Diterangkannya lagi, hal ini dilakukan karena pencarian yang harusnya dilaksanakan selama 7 hari telah diperpanjang hingga hari ke 10, dari berbagai upaya telah dilakukan Tim SAR Gabungan, sesuai dengan rencana operasi SAR yang telah dibuat dan selalu diupdate setiap harinya. Namun belum menemukan belum menemukan tanda-tanda keberadaan Aditya.

Latar belakang peristiwa berawal ketika Aditya beserta temanya sedang melakukan kegiatan geotaging di Desa Sei Ahas. Pada saat pelaksanaan kegiatan, korban berpisah dari temanya. Karena tidak kunjung tiba dari titik lokasi kumpul yang telah mereka tetapkan bersama, akhirnya korban  dinyatakan hilang pada Kamis (2/5) sekitar pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Palangka Raya AA Alit Supartana yang selalu memantau pelaksanaan operasi SAR ini mengatakan pihaknya telah berupaya untuk menemukan korban hingga hari kesepuluh namun belum dapat menemukannya.

“Setelah berkoordinasi dengan Unsur SAR, pihak perusahaan dan keluarga korban, sehingga kami mengambil keputusan bahwa Operasi SAR terhadap satu orang mahasiswa hilang di hutan Desa Sei Ahas,  Kapuas ditutup dan selanjutnya akan dilakukan pemantauan. Namun tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan kembali apabila ada tanda-tanda keberadaan korban,”katanya.

Penutupan Opsar ini dipimpin langsung oleh Kasubsi Operasi dan Siaga Adliandy yang selama ini berada dilokasi. Adliandy mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh tim gabungan, masyarakat yang turut serta berupaya melakukan pencarian ini.

“Terima kasih atas kerja keras teman-teman Tim SAR Gabungan, TNI-Polri dan Pemdes, BPD serta unsur masyarakat yang selama sepuluh hari ini sudah turut terlibat dalam upaya pencarian ini, semoga apa yang kita kerjakan bernilai ibadah. Kita doakan tanda-tanda keberadaan korban bisa terlacak dan bisa ditemukan. Dengan ditutupnya Operasi SAR, unsur yang teribat dapat kembali ke kesatuannya masing-masing,” pungkasnya. c-yul