PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Ratusan massa dari Aliansi Peduli Palestina Kota Palangka Raya menggelar aksi damai dan doa bersama di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (2/2).
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan orasi situasi terkini yang dialami Palestina saat ini. Berikut dengan doa untuk keselamatan rakyat Palestina. Konflik berkepanjangan yang hingga saat ini masih terus bergulir membuat rakyat Palestina menderita.
Koordinator Lapangan Aliansi Peduli Palestina Sukri Gazali, mengatakan aksi kali ini merupakan aksi solidaritas atas derita berkepanjangan hingga saat ini.
“Konflik yang melanda Palestina dan Israel ini jadi konflik dunia Islam, maka dari itu hati kami terdorong untuk melakukan solideritas ini,” ujarnya.
Gazali menegaskan, efek dari konflik berkepanjangan itu membuat rakyat Palestina hidup di bawah tekanan serta jauh dari kata hidup layak. Sedangkan hingga saat ini Israel yang disebut-sebut melakukan genosida terhadap rakyat Palestina tidak mendapat sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Rakyat palestina yang saat ini menderita tidak hanya orang dewasa namun anak-anak juga terkena imbas dari perang konflik tersebut, gencatan senjata yang dilakukan bukan solusi terbaik dalam konflik tersebut.
“Gencatan senjata hanya bersifat sementara, itu hanya berlaku di jalur Gaza saja, sedangkan di tepi barat masih terjadi konflik perang hingga genosida,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, tanah yang diperebutkan bukan merupakan milik Israel melainkan milik Palestina yang dijanjikan oleh Allah SWT.
“Kami minta agar zionis angkat kaki dari tanah Palestina, karena tanah Palestina adalah tanah yang dijanjikan Allah SWT,” tuturnya.
Gazali berharap konflik berkepanjangan ini cepat selesai dan semoga Indonesia selalu menjadi garda terdepan dalam membela hak Palestina. Bundaran Besar dipilih sebagai tempat orasi agar semua orang tahu pesan kemanusiaan ini dapat tersampaikan.
“Bundaran Besar adalah pusat kota Palangka Raya, banyak wisatawan dan penduduk lokal berkumpul. Harapannya apa yang kami suarakan tersampaikan,” tutupnya. mak











