PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Suasana malam yang dingin dan penuh semangat, beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kritis (Germis) Palangka Raya mendirikan tenda dan menggelar aksi simbolik dengan berkemah di depan Gedung DPRD Kalimantan Tengah, tepatnya di depan Tugu Soekarno.
Aksi ini mereka lakukan sebagai bentuk perlawanan atas kondisi sosial-politik Indonesia yang dinilai semakin mengkhawatirkan pada Sabtu (13/4) malam.
Koordinator aksi, Rifael Sianturi mengatakan, aksi ini bukan sekadar bentuk protes, tetapi juga wujud konsistensi mahasiswa dalam mengawal isu-isu krusial di tanah air.
“Situasi sekarang menunjukkan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Kami ingin menghancurkan stigma yang menganggap mahasiswa turun ke jalan karena bayaran,” tegas Rifael saat diwawancarai di lokasi aksi, Sabtu (12/4).
Dalam pernyataan sikapnya, pihaknya menyoroti beberapa isu nasional yang menurut mereka perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah dan DPR. Pertama, menuntut pencabutan UU TNI yang telah disahkan, menolak RUU Polri dan RUU KUHAP, serta mendesak agar RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat segera disahkan.
Malam itu, para mahasiswa tampak membangun tenda sederhana, dan membuka lapak baca buku. Aksi ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, sebagai bentuk penegasan bahwa keresahan mahasiswa merupakan cerminan suara rakyat.
“Kami ingin menunjukkan konsistensi karena dari keresahan kami mahasiswa sekaligus mewakili dari keresahan masyarakat,” tandasnya.
Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang turut berjaga malam itu mengaku memahami maksud aksi tersebut. Kepala Regu Satpol PP David Fernandos menegaskan, pihaknya siap mengawal aksi damai tersebut.
“Kalau memang ini aspirasi dari masyarakat, bisa saja nanti dibahas dengan anggota dewan. Barangkali ada keluhan, kita temenin lah, kami gandeng terus,” ujar David. jef











